Kembali Bangkit, Said Iqbal Ungkap Sumber Pendanaan Partai Buruh Dari Iuran
Nasional

Partai Buruh yang sempat mengalami kekalahan di Pemilu, kini kembali dibangkitkan. Adapun Presiden KSPI Said Iqbal dipercaya untuk menjadi pimpinan Partai Buruh periode 2021-2026.

WowKeren - Pada Selasa (5/10) kemarin, Partai Buruh telah resmi kembali dideklarasikan di Jakarta. Said Iqbal selaku Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pun dipercaya untuk menjadi pemimpin Partai Buruh periode 2021-2026.

Sebagi informasi, Partai Buruh pada awalnya didirikan oleh Muchtar Pakpahan dan Sony Pudjisasono pada tahun 2003 silam. Akan tetapi, pada saat itu kalah di Pemilihan Umum (Pemilu). Dengan dibangkitkannya kembali Partai Buruh, maka sekarang Sony Pudjisasono kini menduduki kursi Ketua Badan Pendiri.

Baru-baru ini, Said Iqbal mengungkapkan mengenai pendanaan partainya tersebut. Ia menuturkan bahwa sumber pendanaan partainya itu berasal dari iuran konstituen dan telah menyusun skema pendanaan. "Pendanaan Partai Buruh daru iuran," terang Iqbal dalam kongres Partai Buruh di Jakarta, Selasa (5/10).

Lebih lanjut, Iqbal menerangkan bahwa partainya menargetkan dari hitung-hitungannya, dari 10 juta konstituen Partai Buruh, bakal ada 1 persen yang militan. Mereka merupakan kader dari partai.


Menurut Iqbal akan ada sekitar 100 ribu kader militan yang membayar iuran secara sukarela. "100 Ribu kader militan kami akan minta iuran untuk bayar secara sukarela dan itu sudah pernyataan siap 100 ribu anggota kader buruh tani, nelayan, termasuk guru honorer," papar Iqbal.

Selain itu, kata Iqbal, Partai Buruh sudah menyepakati jumlah iuran tersebut senilai Rp50 ribu. Artinya bahwa setiap kader nanti kita minta disepakatai Rp50 ribu. "Nah kali 100 ribu kan sudah hampir 5 miliar sudah mencukupi," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Iqbal menyampaikan alasan dibangkitkannya kembali Partai Buruh yakni berkaitan dengan kekalahan perjuangan buruh dalam pembahasan Omnimbus Law Undang-Undang Cipta Kerja. "Omnimbus Law lah, UU Cipta Kerja yang men-trigger Partai Buruh dihidupkan kembali," ungkapnya.

Kemudian, Iqbal juga menerangkan bahwa Partai Buruh ingin memperjuangkan aspirasi para buruh dalam parlemen, sehingga perjuangan mereka tidak lagi hanya dilakukan di jalanan melalui aksi demonstrasi. Meski demikian, perjuangan melalui demonstrasi akan masih diteruskan, hanya saja juga berjuang di parlemen.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait