Bank Indonesia melakukan terobosan sehingga QR Indonesia Standard (QRIS) bisa bersifat cross border. Alhasil bertransaksi menggunakan e-wallet Indonesia bisa dilakukan di luar negeri.
- Elvariza Opita
- Sabtu, 09 Oktober 2021 - 11:42 WIB
WowKeren - Bank Indonesia membuat terobosan dengan melakukan kerja sama dengan sejumlah bank sentral negara lain. Dengan demikian, uang Rupiah bisa dipakai untuk bertransaksi di negara lain.
Dan kini upaya tersebut telah menemukan titik terang, di mana uang Rupiah dalam bentuk e-wallet atau mobile banking bisa digunakan untuk berbelanja di Thailand, atau sebaliknya. Hal ini terjadi karena Bank Indonesia bekerja sama dengan bank sentral Thailand, terutama untuk transaksi lintas batas negara menggunakan QR Indonesia Standard (QRIS).
Lalu bagaimana caranya untuk bisa memakai Rupiah di Thailand? Yang dilakukan cukup dengan memindai atau scan QR Code menggunakan aplikasi dan pembayaran bisa dilakukan.
Terobosan ini jelas memudahkan transaksi kedua negara. Selain itu, wisatawan yang melancong pun tidak perlu menukarkan uang mereka ke mata uang lokal karena sudah dipermudah lewat kerja sama ini.
Hal ini pun dikonfirmasi oleh Gubernur BI Perry Warjiyo perihal QRIS Cross Border yang memungkinkan negara mitra menerima pembayaran dari aplikasi e-wallet Indonesia. "Pada tahap ini, pengguna dari Indonesia sekarang dapat menggunakan aplikasi pembayaran seluler mereka untuk memindai code QR Thailand, untuk melakukan pembayaran ke merchant di seluruh Thailand," tutur Perry.
Dijelaskan lebih lanjut, Direktur Eksekutif/Kepala Departemen Internasional BI Doddy Zulverdi menyatakan LCS juga bisa digunakan untuk sektor pariwisata. "Bisa digunakan untuk transaksi ritel di sektor pariwisata. Ini kan berkaitan dengan jasa, sudah diterapkan di Thailand dan Malaysia," terangnya.
Untuk menggunakan layanan ini, wisatawan cukup menggunakan QRIS atau QR lintas batas negara yang disediakan di toko-toko di negara tersebut. Hal ini berbeda dengan mekanisme selama ini, misalnya di Malaysia, yakni tagihan masuk menggunakan mata Ringgit Malaysia, dikonversikan ke Dolar Amerika Serikat, baru dikonversi ke Rupiah.
Sedangkan Deputi Gubernur BOT Ronadol Numnonda menegaskan pentingnya konektivitas sistem pembayaran lintas batas, terutama di ASEAN. Ia pun meyakini QR cross border ini bisa menjadi alternatif pembayaran ritel yang aman, efisien, dan hemat biaya.
(wk/elva)