Sudah Direstui BPOM RI, Vaksin COVID-19 Sputnik V Rusia Belum Dapat Izin WHO
Dunia
Vaksin COVID-19

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Rusia Mikhail Murashko menyatakan bahwa semua hambatan untuk mendaftarkan Vaksin Sputnik V ke WHO telah dirampungkan, dan hanya perlu menyelesaikan beberapa dokumen saja.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan proses Daftar Penggunaan Darurat atau EUL untuk Vaksin COVID-19 Sputnik V Rusia ditunda sembari menunggu beberapa data dan prosedur hukum yang hilang. Sebagai informasi, Vaksin Sputnik V telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau EUA dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI pada 24 Agustus 2021 lalu.

"Kami bekerja hampir setiap hari dengan Kementerian Kesehatan di Rusia untuk mengatasi masalah yang tersisa yang harus dipenuhi oleh Dana Investasi Langsung Rusia," jelas Mariangela Simao selaku asisten direktur jenderal WHO untuk akses ke obat-obatan dan produk kesehatan, Rabu (13/10).

Menurut Simao, WHO akan melanjutkan proses EUL Vaksin Sputnik V dan menilai data yang diajukan segera setelah kesepakatan tercapai. Mereka juga akan melanjutkan inspeksi lokasi manufaktur di Rusia.

"Semua pengajuan yang kami miliki, ditangani dengan cara yang sama," ujar Simao. Meski demikian, ia tidak merinci batas waktu kapan proses pemberian izin dapat diselesaikan.


Sebelumnya, Menteri Kesehatan Rusia Mikhail Murashko menyatakan bahwa semua hambatan untuk mendaftarkan vaksin ke WHO telah diselesaikan. Mereka hanya perlu menyelesaikan beberapa dokumen saja.

Sementara itu, penerimaan vaksinasi COVID-19 di Rusia justru berjalan lambat karena berbagai alasan. Mulai dari rasa tidak percaya terhadap pihak berwenang hingga rasa ketakutan atas produk medis baru. Baru sekitar 33 persen populasi Rusia telah menerima vaksinasi COVID-19.

Pada Selasa (12/10), Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia perlu mempercepat kampanye vaksinasi COVID-19. Di hari yang sama, Rusia mencatat 973 kasus kematian akibat COVID-19, angka tertinggi selama pandemi.

Di sisi lain, Rusia dikabarkan akan menguji Vaksin Sputnik V berbentuk semprotan hidung terhadap sukarelawan dewasa. Menurut dokumen negara yang diterbitkan pada Selasa (12/10), uji coba semprotan hidung tersebut akan diterapkan dalam dua dosis di sebuah klinik di St Petersburg. Adapun pada bulan Juni lalu, pihak otoritas Rusia menyatakan bahwa vaksin semprot hidung yang cocok untuk anak-anak berusia 8-12 tahun telah diuji dan rencananya akan diluncurkan pada bulan September.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts