Viral Usul Polisi Diganti Satpam BCA Berujung Ancaman Siber, Polri Tegaskan Tak Anti Kritik
Wikimedia Commons/AWG97
Nasional

Kabagpenum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan, memberi tanggapan setelah viral cuitan untuk mengganti polisi dengan petugas keamanan bank swasta.

WowKeren - Belakangan institusi Polri berkali-kali mendapat kritikan. Bahkan ada warganet yang mengusulkan agar polisi diganti dengan petugas keamanan dari bank BCA.

Akun Twitter @fchkautsar sebagai yang mengusulkan hal tersebut menilai petugas keamanan di bank swasta tersebut memberikan pelayanan yang lebih ramah ketimbang polisi. Namun cuitan ini malah berujung intimidasi siber dari beberapa oknum.

Lantas apa kata Polri sebenarnya terkait dengan cuitan tersebut? Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan, malah menegaskan bahwa pihaknya tidak anti terhadap kritikan masyarakat.

Mabes Polri malah menanggapi positif kritikan yang dilempar masyarakat tersebut. "Polri tidak anti terhadap kritik-kritik yang disampaikan oleh masyarakat," tegas Ahmad, Minggu (17/10).

Ahmad menyebut, institusinya menilai anjuran mengganti polisi dengan satpam bank tersebut sebagai bentuk perhatian masyarakat. "Itu (Polri diganti satpam bank), menunjukkan masyarakat yang peduli terhadap kinerja kepolisian dengan lebih baik," tutur Ahmad, dikutip pada Senin (18/10).


Karena itulah, Ahmad mendorong seluruh anggota korps bhayangkara untuk introspeksi diri terhadap peran mereka sebagai pengayom dan pelindung masyarakat. "Serta memelihara keamanan, dan ketertiban masyarakat, juga melakukan penegakan hukum dengan menjunjung tinggi keadilan," imbuhnya.

Polri pun, ditegaskan Ahmad, tidak akan menindaklanjuti pelaporan atas kritik terhadap pihaknya tersebut. Malah ancaman yang disampaikan oleh oknum-oknum itulah yang akan ditindaklanjuti oleh Polri.

"Kepolisian akan merespons dengan menindaklanjuti laporan atau pengaduan secara profesional, dan akuntabel. Polri memberikan perhatian terhadap permasalahan-permasalahan yang menjadi perhatian publik," pungkas Ahmad.

Kritikan terhadap Polri memang gencar disampaikan, terutama di media sosial, selama setidaknya dua pekan terakhir. Menggunakan tajuk "Percuma Lapor Polisi", kritikan ini pertama dilayangkan karena penghentian pengusutan kasus dugaan pemerkosaan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) terhadap 3 anaknya di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Lalu kritik semakin meluas setelah seorang mahasiswa yang berdemonstrasi di Kabupaten Tangerang menjadi korban "smackdown" oleh Brigadir NP. Kini kasus pembantingan mahasiswa itu pun sudah ditindaklanjuti oleh otoritas terkait.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts