Bendera Merah Putih Tak Berkibar Kala RI Juarai Piala Thomas, Ketua KOI: Bangga Sekaligus Kecewa
Instagram/badminton.ina
Nasional

Adapun alasan dibalik tidak dikibarkannya bendera Merah Putih itu disebabkan oleh Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) dikenai hukuman oleh Badan Anti-Doping Dunia (WADA) pada 8 Oktober lalu

WowKeren - Tim bulu tangkis Indonesia akhirnya berhasil menjuarai Piala Thomas dan mengakhiri penantian selama 19 tahun. Sayangnya, seremoni kemenangan tersebut harus dirayakan tanpa kibaran Bendera Merah Putih.

Adapun alasan dibalik tidak dikibarkannya bendera Merah Putih itu disebut lantaran Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) dikenai hukuman oleh Badan Anti-Doping Dunia (WADA) pada 8 Oktober lalu. WADA menilai bahwa LADI tidak patuh dalam melaksanakan pengujian doping yang efektif kepada tiap atlet di seluruh cabang olahraga.

Oleh sebab itu, bendera Merah Putih dilarang berkibar di ajang olahraga internasional. LADI juga menerima hukuman lainnya, yakni larangan menjadi tuan rumah kejuaraan regional, kontinental, atau internasional selama masa penangguhan.


Sanksi tersebut lantas disayangkan oleh Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari. Ia mengaku merasa bangga atas capaian para atlet Indonesia, namun juga merasa kecewa dan sedih karena bendera Merah Putih tak bisa dikibarkan.

"Saya sebagai Ketua Komite Olimpiade Indonesia bangga dengan penampilan tim Thomas kita, tetapi sekaligus sangat kecewa dan sedih karena seremoni medali dengan bendera PBSI," jelas pria yang akrab disapa Okto tersebut, dilansir Kompas.com. "Bayangkan 19 tahun Indonesia mendambakan membawa pulang Piala Thomas ke Tanah Air, tetapi saat juara justru bendera Merah Putih tidak bisa ditampilkan. Saya bersyukur Indonesia Raya masih bisa berkumandang."

Lebih lanjut, Okto menjelaskan bahwa sanksi yang diberlakukan untuk Indonesia tersebut memang berada di luar ranah kerjanya. Oleh sebab itu, ia meminta agar LADI segera memenuhi tanggungjawabnya yang mungkin masih tertunda kepada WADA, supaya Indonesia bisa segera terbebas dari sanksi tersebut.

"Hukuman ini menjadi bukti bahwa berkompetisi di kancah internasional tidak bisa sembarangan karena ada aturan yang harus dipenuhi. Oleh karena itu, NOC Indonesia selalu kampanye dan berjuang untuk menempatkan tokoh olahraga di Federasi Internasional," paparnya. "Bukan sekadar untuk tahu aturan terbaru, tetapi juga menunjukkan positioning Indonesia di kancah dunia sehingga kita tak cuma jago kandang."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts