RI Ditetapkan Rendah COVID-19 Oleh CDC AS, Anggota DPR Ingatkan Pandemi Belum Berakhir
sehatnegeriku.kemkes.go.id
Nasional

Meski Indonesia kini telah dikategorikan sebagai negara dengan tingkat penularan COVID-19 rendah, masyarakat diingatkan bahwa pandemi virus corona masih belum berakhir.

WowKeren - Indonesia kini dikategorikan sebagai negara Level 1 alias COVID-19 rendah oleh Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC). Di laman resminya, CDC mengimbau warga AS yang hendak melakukan perjalanan ke Indonesia untuk menerima vaksinasi COVID-19 lengkap terlebih dahulu.

"Level 1: tingkat rendah Covid-19 di Indonesia," tulis CDC. "Wisatawan harus mengikuti rekomendasi atau persyaratan di Indonesia termasuk mengenakan masker dan menjaga jarak 6 kaki dari yang lain atau 2 meter."

Meski Indonesia kini telah dikategorikan sebagai negara dengan tingkat penularan COVID-19 rendah, masyarakat diingatkan bahwa pandemi masih belum berakhir. Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani.

"Walaupun sekarang mereka menetapkan kita sebagai negara yang memiliki risiko rendah akan tetapi tidak berarti semuanya sudah selesai," tutur Netty dilansir Kompas.com pada Jumat (29/10). "Kasus dan risiko penularan COVID-19 sifatnya naik turun jika tidak diantisipasi dengan baik."


Lebih lanjut, Netty menjelaskan bahwa pengkategorian oleh CDC AS tersebut adalah update yang biasa. Menurutnya, pengkategorian CDC tersebut memang menyenangkan namun tak boleh membuat terlena.

"Justru menurut saya, segenap kemampuan harus dilakukan agar kasus semakin turun," paparnya. "Penting bagi pemerintah untuk terus menjaga agar turunnya level PPKM di beberapa daerah ini bisa merata di seluruh daerah Indonesia."

Netty menuturkan bahwa protokol kesehatan tetap harus diterapkan dan diawasi demi menghindari terjadinya lonjakan kasus COVID-19. Apalagi sejumlah pakar telah memprediksi potensi terjadinya gelombang ketiga COVID-19 di Tanah Air.

Di sisi lain, otoritas-otoritas terkait mulai dari Kementerian Kesehatan hingga pakar di bidang wabah telah mengingatkan gelombang ketiga bisa saja menerjang apabila Indonesia tidak berhati-hati. Masih terdapat beberapa hal yang bisa memicu kenaikan tren kasus COVID-19, baik di Indonesia maupun secara global.

Yang pertama karena relaksasi yang dilakukan dengan terlalu cepat dan tidak melalui tahapan-tahapan. Lalu pelaksanaan protokol kesehatan yang tidak disiplin, hingga pembelajaran tatap muka di sekolah. Untuk faktor ketiga, terbanyak disebabkan anak-anak yang bersekolah belum menerima vaksinasi COVID-19.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait