BMKG meminta masyarakat waspada terhadap fenomena La Nina yang diprediksi terjadi dalam waktu dekat. Pasalnya La Nina bisa berdampak terhadap beberapa sektor kehidupan masyarakat seperti berikut.
- Elvariza Opita
- Sabtu, 30 Oktober 2021 - 20:07 WIB
WowKeren - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyerukan agar masyarakat Indonesia mewaspadai fenomena La Nina. Bahkan BMKG sudah memantau pendinginan suhu muka air laut di Samudera Pasifik sejak awal Oktober 2021.
BMKG pun memperkirakan La Nina akan terjadi di Indonesia pada sekitar akhir 2021. Lantas apa dampak dari terjadinya fenomena La Nina ini?
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkap ada dua sektor yang sangat terdampak atas terjadinya La Nina. Keduanya adalah sektor pertanian dan perikanan.
"Dampaknya akan mengancam ketahanan pangan karena berpotensi merusak tanaman akibat banjir, hama, dan penyakit tanaman. Selain itu, mengurangi kualitas produk karena tingginya kadar air," terang Dwikorita, dikutip dari Kompas, Sabtu (30/10).
Sedangkan pada sektor perikanan, pasokan ikan bisa berkurang drastis sehingga nelayan pun tidak bisa melaut. Apabila dipaksakan melaut, hasilnya pun tak akan maksimal karena tingginya gelombang.
Hal ini juga kemudian berdampak terhadap harga hasil laut di pasaran. Karena itulah, Dwikorita mendorong pemerintah untuk lebih memperhatikan sektor-sektor tersebut.
La Nina pun, diterangkan Dwikorita, menyebabkan terjadinya peningkatan curah hujan, yang di Indonesia terjadi bersamaan dengan masuknya musim penghujan. Oleh karenanya ada potensi peningkatan terjadinya bencana hidrometeorologi.
Menurutnya, peningkatan curah hujan akan terjadi di Indonesia secara konsisten mulai November 2021 sampai Januari 2022. Bahkan mulai November besok curah hujan diprediksi akan meningkat secara merata di wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta cukup merata di Nusa Tenggara Timur.
Namun BMKG juga mengingatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan karena di beberapa wilayah malah mengalami penurunan curah hujan bahkan kekurangan air. Seperti misalnya di Sumatera yang curah hujannya sporadis dan Kalimantan Barat.
Bukan cuma La Nina, BMKG juga mengingatkan potensi terjadinya bencana lanjutan akibat badai tropis yang umum ditemui di wilayah NTT sekitar bulan Januari-Februari 2022. Karena itulah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah menyampaikan mitigasi untuk menghadapi La Nina.
(wk/elva)