Pemenang Lomba Mural Polri Diganjar Rp 50 Juta, Karyanya Berisi Kritik Terhadap Polisi
Twitter/ListyoSigitP
Nasional

Pelukis mural asal Jakarta, La Ode Umar, berhasil memenangkan ajang tersebut dan membawa piala Kapolri. La Ode juga mendapatkan sertifikat dan uang tunai sebesar Rp 50 juta.

WowKeren - Polri menggelar Bhayangkara Mural Festival di Jakarta Selatan sebagai bentuk menghormati kebebasan berekspresi. Adapun Bhayangkara Mural Festival 2021 ini pertama kali digelar tahun ini dan diikuti oleh 80 tim pemural yang lolos seleksi dari total 803 pendaftar.

Pelukis mural asal Jakarta, La Ode Umar, berhasil memenangkan ajang tersebut dan membawa piala Kapolri. La Ode juga mendapatkan sertifikat dan uang tunai sebesar Rp 50 juta.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa juara satu dalam kompetisi ini adalah pihak yang berani mengkritik Polri. Sigit juga mengungkapkan bahwa mural La Ode dipilih berdasarkan penilaian dewan juri yang kompeten.

"Juara satunya adalah yang berani mengkritik Polri. Oleh karena itu tentunya kritik ini akan kami terima. Dan ini adalah aspirasi, harapan masyarakat tentang perbaikan Polri ke depan," tutur Sigit pada Sabtu (30/10). "Dan Alhamdulillah sebagaimana hasil penilaian dewan juri saya kira juri-jurinya terpilih dan independen dan memiliki kemampuan yang tidak diragukan lagi."


Mural yang membuat La Ode terpilih sebagai pemenang dalam kompetisi ini berisi tentang kritik kinerja Polri yang belakangan ini ramai diberitakan negatif. Diketahui tema kompetisi tersebut "Peran Generasi Muda untuk Berkreasi dalam Menyampaikan Informasi yang Positif di Masa Pandemi COVID-19". Selain itu, polisi juga menyediakan 10 slot mural subtema kritik untuk mereka.

"Yang diutamakan kan adalah kritik dan tema jadi ini lebih ke kritik sih. Jadi ini kan gambarnya tentang berita yang belakangan sedang dipandang negatif oleh masyarakat entah itu dari sikap anarkis kayak gitu-gitu kan," papar La Ode. "Jadi saya angkat di sini untuk menggambarkan situasi penegak hukum di sini."

La Ode menilai kompetisi mural ini merupakan momentum bagi masyarakat menyampaikan kritiknya kepada pihak kepolisian. Ke depannya, Polri diharapkan bisa menerima kritikan dari kalangan masyarakat.

"Momen di mana dari pihak kepolisian sendiri menyediakan wadah buat mereka bisa dikritik dengan sebebas-bebasnya," jelasnya. "Jadi dengan ada event ini jadi momentum untuk masyarakat."

Di sisi lain, salah satu peserta rupanya sempat merasa takut untuk mengkritik Polri melalui karya muralnya. "Awalnya ada rasa ketakutan tapi karena disuruh lomba konsepnya gini, tapi akhirnya kita sekalian saja konsepin," tutur Verdan asal Jakarta Selatan kepada CNN Indonesia.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait