Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam konferensi pers pada Senin (1/11) hari ini.
- Bertilia Puteri
- Senin, 01 November 2021 - 15:07 WIB
WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) nasional Indonesia belakangan telah mengalami penurunan. Namun ternyata, 131 kabupaten/kota di Tanah Air justru mengalami tren kenaikan kasus COVID-19.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. Menurut Muhadjir, angka penularan COVID-19 secara nasional telah mengalami penurunan.
"Tetapi ada sekitar 131 kabupaten dan kota yang mengalami tren naik, di samping ada beberapa kabupaten/kota juga mengalami penurunan," papar Muhadjir dalam konferensi pers pada Senin (1/11).
Lebih lanjut, Muhadjir mengungkapkan bahwa pemerintah menaruh perhatian khusus kepada Bali. Pasalnya, Bali akan menjadi tuan rumah sejumlah acara berskala internasional pada tahun 2022 mendatang.
"Provinsi Bali menjadi perhatian khusus karena pada bulan Maret, Mei, dan sepanjang tahun 2022 ada acara-acara besar yang berskala internasional yang mengundang banyak pimpinan negara sahabat," jelas Muhadjir. "Akan ada uji coba untuk acara internasional di Bali oleh Kemenkes supaya pimpinan daerah agar mengantisipasi langkah-langkah yang diperlukan jika di daerah akan dilaksanakan acara-acara internasional."
Selain itu, Muhadjir juga membahas tentang antisipasi dampak Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang telah diterapkan di sejumlah sekolah. Menurutnya, Kemenkes akan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Kementerian Agama untuk membuat aplikasi di sekolah.
"Yaitu proactive tracing yang akan diterapkan di Indonesia, yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi," tutur mantan Mendikbud tersebut.
Lebih lanjut, Muhadjir menuturkan bahwa pemerintah juga akan memulai melakukan vaksinasi COVID-19 terhadap anak-anak di bawah usia 11 tahun. Akan tetapi, saat ini, pihaknya masih menunggu izin. Adapun pelaksanaan vaksinasi ini nanti juga difokuskan di wilayah dengan tingkat vaksinasi terhadap kelompok lanjut usia (lansia) yang tinggi.
"Pelaksanaan vaksinasi untuk lansia tetap difokuskan, untuk vaksinasi terhadap anak-anak, setelah izin dan diterapkan di tahap awal yang sudah tinggi vaksinasi terhadap lansia," terang Muhadjir.
(wk/Bert)