Sejumlah potensi bencana alam menghadang banyak daerah di Indonesia. Salah satunya adalah wilayah pesisir selatan Jawa Timur (Jatim) yang disebut berpotensi terjadi gempa hingga tsunami.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Senin, 01 November 2021 - 20:44 WIB
WowKeren - Saat ini, beberapa daerah di Indonesia, selain menghadapi pandemi COVID-19, juga "dihantui" oleh bencana alam lainnya. Seperti yang terjadi di Jawa Timur (Jatim) disebut bakal terjadi bencana seperti gempa hingga tsunami.
Dalam kurun waktu satu bulan belakangan ini, telah terjadi beberapa kali gempa bumi di Jatim. Adapun gempa ini terjadi di beberapa daerah seperti Jember dan Malang. Menanggapi hal ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mengungkapkan bahwa gempa yang terjadi itu masyoritas terjadi di titik pesisir selatan.
"Kalau semua wilayah pesisir selatan Jatim memang punya potensi bencana ya dari gempa sampai tsunami," ungkap Gatot Soebroto selaku Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim kepada detik.com, Senin (1/11). "Beberapa daerah seperti Jember, Malang, itu kan masuk wilayah pesisir selatan."
Lebih lanjut, Gatot menerangkan bahwa ada 8 kabupaten/kota pesisir selatan Jatim yang memiliki potensi gempa hingga tsunami yakni Banyuwangi, Jember, Malang, Blitar, Lumajang, Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan. "Tapi kapan terjadinya, kita enggak pernah tahu, potensi itu ada, tapi prediksi terjadi, kita enggak pernah tahu, dan perlu kita tekankan bukan prediksi, tapi potensi," tegas Gatot.
Selain itu, kata Gatot, BPBD sendiri juga terus mensosialisasikan secara masif mengenai desa tangguh bencana (Destana0 di seluruh 38 kabupaten/kota. Menurutnya, totalnya ada sekitar lebih dari 2 ribu desa di Jatim. "Saat ini, total di Jatim ada 2.740 desa, sudah 700 desa atau kampung Destana yang terbentuk," jelas Gatot.
"Dari situ kita kolaborasi dengan lembaga bantuan honor dari Australia yakni siap siaga," lanjut Gatot. "Kita percepat pembentukan Destana, (karena) masih banyak (desa/kampung) yang belum."
Gatot menambahkan bahwa BPBD Jatim, juga terus memperkuat pemahaman masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam, termasuk di antaranya adalah siap saat ada tanda-tanda potensi bencana. Apalagi Jatim merupakan daerah yang berada di bawah Lempeng Indoaustralia dan Lempeng Eurasia, sehingga rawan bagi wilayah selatan Jatim.
"Kita juga meningtkatkan kapasitas relawan bencana, agar saat ada bencana, relawan cepat langsung turun mengurangi dampak bencana tersebut," tandas Gatot.
(wk/tiar)