BPOM sudah mengizinkan vaksin Sinovac untuk anak-anak usia 6-11 tahun. Namun vaksinasi ternyata tidak akan digelar serentak dan akan mendahulukan wilayah seperti syarat berikut.
- Elvariza Opita
- Rabu, 03 November 2021 - 11:39 WIB
WowKeren - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah menurunkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization / EUA) untuk penggunaan vaksin Sinovac untuk anak-anak usia 6-11 tahun. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pun sudah mengeluarkan rekomendasi untuk pelaksanaan vaksinasi tersebut.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, menyebut bahwa program ini akan menyasar untuk 26,4 juta orang. "Nantinya target vaksinasi pada anak menyentuh sekitar 26,4 juta dengan kebutuhan dua dosis vaksin per orang," jelas Wiku dalam konferensi pers, Senin (2/11).
Namun program vaksinasi ini ternyata tidak akan digelar secara serentak. Menurut Wiku, sebagaimana pernah disampaikan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, vaksinasi untuk anak-anak 6-11 tahun ini akan dilakukan setelah cakupan vaksinasi dosis pertama di tingkat nasional sudah melebihi 70 persen.
Lalu syarat berikutnya adalah anak-anak 6-11 tahun baru akan divaksin jika lebih dari 60 persen populasi lansia sudah divaksin. "Dan vaksinasi (untuk anak) ini dimulai dari kabupaten/kota yang telah memenuhi target terebut," imbuh Wiku.
Dijelaskan pula oleh Wiku, pemerintah akan berusaha mencapai target ini pada akhir 2021. Sebelumnya Kementerian Kesehatan menarget vaksinasi COVID-19 untuk anak-anak dimulai tahun 2022 mendatang.
Izin pemakaian vaksin Sinovac untuk anak-anak disampaikan oleh BPOM pada Senin (1/11). "Pada hari ini kami menyampaikan pengumuman, telah diterbitkannya izin penggunaan vaksin COVID-19 dari vaksin Sinovac CoronaVac dan vaksin COVID-19 dari Bio Farma untuk anak-anak usia 6-11 tahun," tutur Kepala BPOM Penny Lukito.
Sedangkan hingga Selasa (2/11) kemarin, baru sekitar 58,27 persen warga yang mendapat vaksinasi COVID-19 dosis pertama (121.365.081 orang). Sementara untuk penerima dosis lengkap vaksinasi COVID-19 di Indonesia sudah mencapai 75.217.214 orang atau 36,12 persen.
Di sisi lain, Indonesia hingga Selasa kemarin telah menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis 1 ke 8.723.505 lansia, dan dosis 2 ke 5.393.636 lansia. Padahal Indonesia menetapkan target sebanyak 21.553.118 lansia menerima vaksin COVID-19, sedangkan capaian dosis pertamanya pun baru 40,48 persen.
(wk/elva)