Menwa UNS saat ini telah dibekukan melalui SK Rektor UNS sejak 27 Oktober 2021 lalu. Kini markas Menwa UNS tampak kosong dan tidak ada aktivitas sama sekali.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Rabu, 03 November 2021 - 14:27 WIB
WowKeren - Beberapa waktu belakangan ini, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Resismen Mahasiswa (Menwa) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) menjadi sorotan publik lantaran kasus kematian salah seorang mahasiswa saat mengikuti kegiatan. Akibat kasus tersebut, kini Menwa UNS telah dibekukan.
Sebagai informasi, Menwa UNS itu resmi dibekukan per tanggal 27 Oktober 2021 melalui Surat Keputusan (SK) Rektor UNS Nomor 2815/UN27/KH/2021. Sementara itu, berdasarkan pantauan dari Tribunnews.com pada Rabu (3/11) hari ini, terlihat tidak ada aktivitas di markas Menwa UNS.
Tidak tampak adanya aktivitas dari mahasiswa di markas Menwa sejak dibekukan, hanya terlihat sejumlah banner dan poster kritikan yang masih menghiasi sekretarian Menwa UNS. Adapun tulisan bernada kritik yang menghiasi sekretariat Menwa UNS di antaranya seperti "Ini Markas Pembunuh!", "Kalian Gagal Untuk Gagah", "Bubarkan UKM Pembunuh", dan "Kapan Keluar Goa?".
Selain poster dan banner kritikan, ada juga sejumlah rangkaian bunga yang ditujukan kepada mendiang Gilang Endi selaku mahasiswa yang meninggal saat mengikuti kegiatan Menwa UNS di meja depan kantor. Pihak kepolisian pun diketahui juga melakukan penggeledahan di kantor Menwa UNS pada Selasa (2/11) kemarin untuk mengumpulkan barang bukti.
Di lain sisi, Ketua Tim Evaluasi Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 UNS Dr Sunny Ummul Firdaus mengungkapan adanya temuan pelanggaran dalam kegiatan Diklatsar Pra Gladi Patria XXXVI Menwa. Hal ini lah yang menjadi salah satu faktor pembekuan Menwa UNS.
Sementara itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS, Zakky Musthofa membeberkan hasil investigasi yang dilakukan oleh pihaknya berdasarkan dari keterangan ibu kos sekitar belakang markas Menwa. Menurut ibu kos tersebut, warga sekitar sempat mendengar suara bantingan dan teriakan sehingga membuat mereka sampai keluar rumah.
Atas keterangan dari ibu kos tersebut, Zakky menduga bahwa suara bantingan dan teriakan itu terjadi saat ada kegiatan Diklatsar Menwa UNS, termasuk yang diikuti oleh Gilang. Sebelumnya, ia juga sempat mengungkapkan bahwa Gilang bukan merupakan satu-satunya korban dari kegiatan Diklatsar Menwa UNS.
(wk/tiar)