Dinas Kesehatan Bali mengungkap 3 desa di Kabupaten Tabanan yang ternyata masih berstatus nol kasus COVID-19. Lantas apa rahasia ketiga desa tersebut masih bebas COVID-19?
- Elvariza Opita
- Rabu, 03 November 2021 - 17:34 WIB
WowKeren - Seperti negara lain, Indonesia pun ikut dibuat pontang-panting akibat wabah virus Corona. Gelombang lonjakan kasus sudah datang beberapa kali di Indonesia, memicu krisis kesehatan yang begitu memprihatinkan, meski belakangan semakin terkendali situasinya.
Namun nyatanya, masih ada beberapa daerah di Indonesia yang tercatat bebas atau nol kasus COVID-19. Ketiganya pun terletak di Bali, tepatnya di Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan.
Ketiga desa yang dimaksud adalah Desa Pupuan Sawah, Manikyang, dan Gadung Sari. Lantas apa rahasia ketiga desa itu sampai tercatat masih bebas kasus COVID-19?
Kepala Dinas Kesehatan Bali, I Ketut Suarjaya, menjelaskan bahwa letak geografis desa di pegunungan menjadi keuntungan tersendiri lantaran membuat mobilitas warga setempat pun ikut rendah. Jarak antar rumah warga pun saling berjauhan sehingga kerumunan minim terjadi.
"Ada desa yang belum terjangkit COVID-19. Biasanya di daerah pegunungan," kata Suarjaya, Rabu (3/11). Ia pun meyakini fenomena semacam ini sebenarnya tidak hanya bisa ditemui di Bali.
"Saya yakin masih banyak desa yang belum terkonfirmasi (atau bebas COVID-19)," ungkapnya, dikutip dari Kumparan. "Itu karena pergerakan masyarakatnya relatif kecil."
Di sisi lain, Bali saat ini, menurut Suarjaya, sudah masuk kategori risiko rendah atau zona kuning COVID-19. Spesifik untuk kawasan wisatanya, disebutkan Suarjaya ada satu daerah yang sempat mengalami nol kasus COVID-19 yakni di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.
Namun ketika terjadi lonjakan kasus COVID-19 pada Juni 2021, Nusa Penida pun turut merasakan getahnya. "Di Nusa Penida kasusnya sempat nol dulu. Tapi sekarang sudah ada beberapa ditemukan kasus COVID-19," tuturnya.
"Nusa Penida termasuk daerah aman. Dulu sempat hanya Nusa Penida zona hijau. Akhirnya karena banyak yang datang dari luar wilayah tersebut kasus ditemukan, namun tidak banyak," jelas Suarjaya menambahkan.
Sementara itu, Bali terus bersiap untuk membuka daerahnya menyambut para wisatawan terutama dari mancanegara. Berbagai skenario pelonggaran disiapkan, termasuk kewajiban karantina yang dipangkas menjadi 3 hari saja.
(wk/elva)