Anggota Komisi IX DPR Sesalkan Ribuan Vaksin AstraZeneca Di Kudus Bisa Kedaluwarsa
Shutterstock
Nasional

Ribuan vaksin COVID-19 yang telah kedaluwarsa ditemukan di Kabupaten Kudus. Hal ini lantas memicu respons dari anggota Komisi IX DPR yang juga politikus PDIP Rahmad Handoyo.

WowKeren - Vaksin COVID-19 saat ini menjadi kebutuhan mutlak bagi Indonesia dalam menghadapi pandemi. Pemerintah terus berupaya agar bisa mencukupi kebutuhan vaksin COVID-19 bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Akan tetapi, baru-baru ini malah ditemukan adanya vaksin COVID-19 merek AstraZeneca yang telah kedaluwarsa. Temuan vaksin kedaluwarsa ini terjadi di Kabupaten Kudus.

Menanggapi hal tersebut, politikus PDIP yang juga anggota Komisi IX DPR, Rahmad Handoyo menyesalkan adanya 4 ribu dosis vaksin AstraZeneca di Kudus yang kedaluwarsa. Vaksin COVID-19 tersebut diketahui kedaluwarsa pada 31 Oktober 2021.

Kemudian Rahmad mengusulkan agar 4 ribu dosis vaksin AstraZeneca yang kedaluwarsa itu untuk dapat diteliti lebih lanjut. Adapun tujuan dari diteliti lebih lanjut itu untuk memastikan apakah vaksin COVID-19 itu masih bisa dipakai atau tidak.


"Kita sayangkan ya, kenapa manajemennya sampai tidak antisipasi jauh-jauh hari dengan kedaluwarsanya, sehingga sudah tidak bisa dipakai," papar Rahmad kepada Kumparan, Kamis (4/11). "Meskipun butuh kajian lebih lanjut apakah masih bisa dipakai atau tidak."

Sebagai langkah antisipasi, Rahmad mendorong pemerintah pusat untuk membuat tata kelola vaksinasi sehingga distribusi vaksin di daerah bisa berjalan lancar. Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan bisa meminimalisir potensi vaksin kedaluwarsa.

"Mestinya manajemen staf harus benar-benar dikelola dengan baik, karena 4 ribu itu banyak, sedangkan warga kita yang belum divaksin masih banyak juga," lanjut Rahmad. "Dengan kejadian ini, kita dorong kepada pusat membuat satu design, bagaimana tata kelola ketika menghadapi (ada vaksin) dikejar oleh batas kedaluwarsanya."

Lebih lanjut Rahmad mengungkapkan sebelumnya, kejadian serupa juga pernah terjadi di Kabupaten Sukoharjo. Akan tetapi, pada saat itu, Sukoharjo berhasil mengalihkan puluhan ribu dosis vaksin AstraZeneca yang akan kedaluwarsa itu ke daerah lain.

Maka dari itu, Rahmad menegaskan perlu adanya peran aktif pemerintah daerah (pemda), terutama untuk melaporkan kendala selama vaksinasi kepada provinsi dan pusat. Kemudian, ia juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik terhadap vaksin yang kedaluwarsa. Ia yakin bahwa setiap vaksin yang diberikan oleh pemerintah sudah teruji aman.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait