Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito, lantas mengungkapkan adanya tren peningkatan jumlah kasus positif virus corona di sembilan provinsi dalam sepekan terakhir.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 05 November 2021 - 07:49 WIB
WowKeren - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menjelaskan bahwa perkembangan COVID-19 di Indonesia perlu dipantau secara rutin dan mengidentifikasi jika mulai muncul tren kenaikan kasus. Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito, lantas mengungkapkan adanya tren peningkatan jumlah kasus positif virus corona di sembilan provinsi dalam sepekan terakhir.
"Berdasarkan pemantauan per tanggal 31 Oktober 2021, terdapat sembilan provinsi yang mengalami kecenderungan peningkatan rata-rata jumlah kasus positif COVID-19 pada tujuh hari terakhir dibandingkan dengan tujuh hari sebelumnya," papar Wiku dalam konferensi pers daring pada Kamis (4/11). "Atau sering disebut sebagai seven day moving average."
Sembilan provinsi yang dimaksud antara lain Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Bali, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Papua. Meski demikian, Wiku menuturkan kasus COVID-19 di sembilan provinsi tersebut masih bisa dikatakan terkendali.
"Karena kecenderungan peningkatan rata-rata jumlah kasus positif yang terlihat masih rendah," papar Wiku. "Namun pergerakan ini harus terus dipantau untuk dilakukan mitigasi terhadap potensi kenaikan kasus di masa libur panjang."
Dari sembilan provinsi tersebut, penambahan kasus positif mingguan terbanyak berasal dari Jabar dengan 741 kasus baru. Jabar juga mencatatkan jumlah kasus COVID-19 aktif tertinggi, yakni 1.424 kasus .
"Sedangkan persentase kesembuhan paling rendah dibandingkan yang lainnya adalah di provinsi Lampung, yaitu 90,63 persen," jelas Wiku. "Penambahan kematian tertinggi adalah di provinsi Jawa Timur dengan 39 orang."
Sementara itu, tingkat keterisian rumah sakit alias BOR tertinggi terjadi di Papua dengan 11,41 persen. Sementara cakupan vaksinasi dosis lengkap yang paling rendah ada di provinsi Maluku Utara dengan 17,5 persen.
"Jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan paling banyak dari provinsi Jawa Barat, yaitu delapan kabupaten/kota naik dari total 38 kabupaten/kota," lanjut Wiku.
Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya menyebutkan bahwa kasus COVID-19 mingguan Indonesia memiliki tingkat penularan komunitas yang rendah. Dalam laporan rutin WHO per 3 November 2021, disebutkan bahwa dalam periode 25-31 Oktober 2021, kasus COVID-19 mingguan nasional per 100 ribu penduduk di wilayah Jawa-Bali dan di provinsi di luar wilayah Jawa-Bali (non-Jawa-Bali) adalah 2,0.
"Kasus mingguan di semua wilayah tetap pada tingkat penularan komunitas (CT1) yang rendah selama tujuh hingga delapan minggu terakhir. Analisis tingkat provinsi dan kabupaten diperlukan untuk mengevaluasi tren ini dan mengidentifikasi klaster baru jika muncul," tulis WHO.
(wk/Bert)