BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi Kuartal III-2021 Indonesia yang mencapai 3,51 persen. Indonesia disebut mengalami pelambatan pertumbuhan ekonomi akibat PPKM.
- Elvariza Opita
- Jumat, 05 November 2021 - 11:39 WIB
WowKeren - Indonesia semakin jauh dari jurang resesi. Meski melambat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal III-2021 masih bernilai positif, yakni tumbuh 3,51 persen year on year.
"Bila kita bandingkan Kuartal III-2020 atau year on year itu tumbuh 3,51 persen," jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono dalam konferensi pers, Jumat (5/11). Sedangkan di Kuartal III-2020 alias tahun lalu, Indonesia resmi masuk jurang resesi dengan pertumbuhan ekonomi yang terkontraksi sampai minus 3,49 persen.
Persentase yang ditorehkan di Kuartal III-2021 memang cukup memuaskan dengan pertumbuhan sebesar 1,55 persen secara kuartal. Namun besaran persentasenya sendiri masih kalah dibandingkan dengan Kuartal II-2021 yang mencapai 7,07 persen dan merupakan yang tertinggi sejak 2004.
"Pertumbuhan kuartalan ini belum mencapai level-level sebelumnya," kata Margo. Menurut Margo hal ini terjadi karena pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia akibat lonjakan kasus COVID-19 pertengahan tahun 2021.
Pengetatan PPKM menyebabkan terjadinya penurunan mobilitas penduduk. "Pengurangan mobilitas itu tentu akan berdampak pada beberapa sektor, terutama di sektor transportasi," jelas Margo.
Semua moda transportasi mengalami penurunan jumlah penumpang selama era pengetatan PPKM, yang berdampak pula pada sektor lain seperti pariwisata. Selain itu kinerja penjualan eceran yang juga cenderung turun selama periode Juli hingga Agustus 2021.
Namun demikian, Margo menerangkan situasi semacam ini terjadi bukan hanya di Indonesia. Menurut Margo, beberapa negara sempat merasakan pertumbuhan ekonomi yang baik di Kuartal II-2021 namun kembali terseok di kuartal berikutnya, yang adalah akibat berkembangnya virus Corona varian Delta.
Beberapa contohnya seperti Tiongkok yang tumbuh (4,9 persen), Amerika Serikat (4,9 persen), Singapura (6,5 persen), dan Korea Selatan (4 persen). Meski ada negara lain yang ekonominya kembali dihajar di Kuartal III-2021 seperti Vietnam yang mencapai minus 6,2 persen akibat pengetatan mobilitas.
"Perkembangan harga komoditas dan membaiknya perkembangan mitra dagang ktia ini berpengaruh besar pada kinerja ekspor kita. Di Kuartal III ekspor kita USD61,52 miliar, ini tumbuh signifikan kalau dibandingkan Kuartal III-2020 sebesar USD40,7 miliar atau naik 50,9 persen," terang Margo.
(wk/elva)