Malaysia siap membuka travel corridor dengan Indonesia dan Singapura. Namun mulai 1 Januari 2022 Malaysia siap menyambut turis internasional dalam skala lebih besar.
- Elvariza Opita
- Kamis, 11 November 2021 - 20:11 WIB
WowKeren - Baru-baru ini Malaysia membuka kembali perbatasan negaranya yang ditutup ketat akibat pandemi COVID-19. Termasuk dengan membuka travel corridor dengan Indonesia dan Singapura.
Namun upaya tersebut tampaknya belum cukup lantaran Malaysia mulai merancang pembukaan negara untuk kunjungan internasional dalam skala lebih besar. Hal ini terbukti dari dewan penasihat pemerintah yang pada Kamis (11/11) menyatakan Malaysia akan membuka pembatasan terhadap pendatang internasional mulai 1 Januari 2022.
Keputusan ini disampaikan oleh mantan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin yang ditunjuk menjadi ketua dewan penanggungjawab pemulihan ekonomi nasional. Muhyiddin, kepada para wartawan, menyebut pembukaan pembatasan ini dilakukan untuk memulihkan kembali sektor pariwisata.
Industri pariwisata, menurut Muhyiddin, memang mulai pulih namun berjalan sangat lambat tanpa kehadiran turis internasional. Di sisi lain, Malaysia kini dinilai lebih siap menyambut kehadiran turis internasional karena lebih dari tiga perempat populasi negara sudah tervaksin.
Meski demikian, Muhyiddin memastikan bahwa pengendalian wabah COVID-19 akan tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah juga akan menentukan dengan ketat turis dari mana saja yang boleh masuk ke Malaysia dengan mempertimbangkan negara asalnya serta berbagai faktor lain.
Namun Muhyiddin tidak memberikan tanggal pasti kapan pembukaan pembatasan ini akan berlaku secara efektif. Nantinya badan kesehatan dan keamanan Malaysia yang akan menyampaikan informasi lebih lanjut kepada publik.
Di sisi lain, Malaysia tengah bersiap untuk membuka jalur perjalanan khusus dengan Singapura mulai 29 November 2021 mendatang. Lewat program ini, pelaku perjalanan yang telah divaksin lengkap tidak perlu menjalani karantina apabila masuk ke dan keluar dari masing-masing negara.
Sementara kesepakatan terkait program travel corridor dengan Indonesia baru diumumkan saat PM Ismail Sabri Yaakob berkunjung ke Istana Bogor pada Rabu (10/11). Keputusan ini diambil lantaran kondisi pandemi COVID-19 di kedua negara dianggap sudah membaik. Sedangkan Presiden Indonesia Joko Widodo yang menekankan bahwa travel corridor dibuka untuk memulihkan ekonomi pasca pandemi di kedua negara.
(wk/elva)