Hadapi Ancaman Gelombang Ketiga COVID-19, Pemerintah Siapkan Ribuan RS Rujukan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Meski kasus COVID-19 di Indonesia mengalami penurunan, tetapi kini dibayang-bayangi dengan ancaman terjadinya gelombang ketiga. Maka dari itu, pemerintah mempersiapkan agar tidak terjadi gelombang ketiga.

WowKeren - Seperti yang diketahui, hingga saat ini, Indonesia masih dilanda pandemi COVID-19. Bahkan belakangan ini tidak sedikit pihak dan ahli yang memprediksi mengenai terjadinya gelombang ketiga COVID-19 saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Maka dari itu, untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga COVID-19, pemerintah telah menetapkan sejumlah kebijakan seperti menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level dari 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 mendatang. Tidak hanya itu, pemerintah juga telah menyiapkan sekitar 1.200 rumah sakit rujukan COVID-19.

Siti Nadia Tarmizi selaku Juru Bicara (Jubir) Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan bahwa persiapan rumah sakit rujukan itu merupakan salah satu strategi pemerintah dalam menghadapi ancaman gelombang ketiga. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan fasilitas kesehatan lainnya, seperti Puskesmas untuk mengantisipasi apabila terjadi lonjakan kasus COVID-19.

Lebih lanjut, Nadia mengatakan bahwa ketersediaan oksigen juga terus dilengkapi. Menurutnya, segala persiapan yang dilakukan oleh pemerintah saat ini dalam mencegah dan menghadapi gelombang ketiga COVID-19 itu belajar dari situasi sebelumnya.


Sebagai pengingat, saat terjadinya gelombang kedua COVID-19 di Indonesia pada Juli lalu, ketersediaan tabung oksigen menjadi salah satu masalah utama. Kemudian, upaya lain dalam menghadapi ancaman gelombang ketiga adalah menyiapkan tenaga kesehatan (nakes).

Menurut Nadia, jumlah nakes saat ini sudah cukup untuk menghadapi gelombang ketiga COVID-19 atau terjadinya lonjakan kasus di akhir tahun nanti. "Kita sudah punya list nakes, kalau memang diperlukan tambahan," ungkap Nadia dalam sebuah pernyataan, Kamis (25/11).

Seperti yang diketahui, pemerintah telah melakukan segala upaya untuk bisa mempertahankan kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia seperti sekarang yang menunjukkan perbaikan. Bahkan, pemerintah juga berupaya untuk terus menerus menurunkan kasus COVID-19.

Adapun beberapa penanganan COVID-19 di antaranya adalah melalui deteksi dengan meningkatkan tes epidemiologi. Kedua, meningkatkan pelacakan atau tracing COVID-19. Ketiga, upaya pelacakan dan pemantauan genom virus COVID-19.

Selanjutnya, mengonversi tempat tidur di rumah sakit sebanyak 30-40 persen dari total kapasitas rumah sakit. Lalu, melakukan pemenuhan suplai oksigen, alat kesehatan, dan Sumber Daya Manusia (SDM). Keenam, pemerintah juga mengerahkan nakes cadangan, pengetatan syarat masuk rumah sakit, serta pemanfaatan isolasi terpusat.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts