Dukung Kelancaran KTT G20 di Bali, Menhub Sebut Konektivitas Transportasi Sudah Siap
Nasional

Menjelang pelaksanaan KTT G20 di Bali, Kemenhub saat ini tengah mempersiapkan segala kebutuhan di bidang transportasi. Bahkan Kemenhub juga menyatakan telah siap mendukung kelancaran acara tersebut.

WowKeren - Seperti yang diketahui, beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo telah menerima palu sidang dari Perdana Menteri Italia Mario Draghi dalam sesi penutupan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 31 Oktober 2021. Hal ini menandakan bahwa Indonesia akan meneruskan presidensi G20 di tahun 2022.

Sementara itu, KTT G20 ini nantinya akan di gelar di Jakarta dan Bali. Mengenai persiapan KTT G20 di Bali, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan siap mendukung kelancaran konektivitas dan aksebilitas transportasi.

Menhub Budi Karya Sumadi menerangkan bahwa sejumlah langkah yang tengah dipersiapkan di Bali saat ini di antaranya adalah Bandara Internasionak Ngurah Rai, pengadaan bus listrik dan stasiun pengisian daya (charghing station), pengadaan Halte Trans Metro Dewata, dan manajemen lalu lintas di Bali. "Bandara I Gusti Ngurah Rai siap dan telah memiliki kapasitas yang memadai," tutur Budi dalam keterangan tertulis, Jumat (26/11).


Lebih lanjut, Budi menuturkan bahwa Kemenhub tetap akan mengantisipasi dengan mempersiapkan bandara alternatif untuk tempat parkir pesawat para delegasi. Adapun bandara yang dimaksud adalah Bandara Internasional yang ada di Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Lombok, dan Makassar.

Sementara itu, kata Budi, saat ini Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai memiliki panjang runway 3 ribu x 45 meter, dua appron di utara dan selatan yang dapat menampung 1 pesawat wide big body, 12 pesawat wide body, 50 pesawat narrow body, dan 2 helikopter. Selain itu, bandara tersebut juga memiliki terminal penumpang seluas 2.872 meter persegi, dengan dilengkapi 20 konter imigrasi dan 8 konter bea cukai, serta fasilitas ruang tunggu berukuran 8.897 meter persegi.

Sedangkan untuk di sektor darat, Budi mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Korlantas Polri juga mempersiapkan manajemen rekayasa lalu lintas. Di antaranya adalah pemberlakuan ganjil genap dan pembatasan operasional angkutan barang di 10 ruas jalan dari bandara menuju lokasi acara, serta pemberlakukan satu arah di bebera ruas jalan di Bali.

Selanjutnya, kata Budi, Kemenhub juga menyediakan bus listrik melalui skema Buy The Service (BTS) dan shuttle bus dari bandara ke lokasi acara di Nusa Dua Bali. Tak lupa, Kemenhub juga akan memastikan penerapan protokol kesehatan secara ketat di simpul transportasi, termasuk ruangan tes PCR, mitigasi kasus positif COVID-19, kebijakan isolasi, hingga jumlah langkah antisipasi lainnya.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait