Reuni PA 212 bakal tetap digelar pada Kamis (2/12) besok, di dua tempat berbeda yakni di Jakarta dan Bogor. Akan tetapi, pihak kepolisian menyatakan tidak memberikan izin.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Rabu, 01 Desember 2021 - 12:17 WIB
WowKeren - Hingga Rabu (1/12) hari ini, Polda Metro Metro Jaya menegaskan bahwa pihaknya tidak memberikan izin untuk acara reuni Persaudaraan Alumni (PA) 212. Seperti yang diketahui, PA 212 akan menggelar reuni di dua tempat berbeda yakni Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, dan Masjid Az Zikra, Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Kamis (2/12).
Mengenai tidak memberikan izin itu disampaikan oleh Kombes E Zulpan kepada CNNIndonesia.com pada Rabu (1/12). "Polda Metro tidak mengeluarkan izin," ungkap Zulpan.
Akan tetapi, Zulpan tidak menjelaskan secara lugas mengenai larangan terhadap acara reuni PA 212 itu. Ia hanya menyampaikan bahwa Polri memiliki tugas untuk mengatur ketertiban masyarakat, terlebih saat ini masih berada di masa pandemi COVID-19. Maka dari itu, ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah yang utama.
"Polri mengatur ketertiban masyarakat berdasarkan aturan dan hukum yang berlaku," papar Zulpan. "Karena keselamatan masyarakat adalah yang utama."
Sementara itu, Ketua Panitia reuni PA 212, Eka Jaya sebelumnya mengatakan bahwa acara tersebut akan dipusatkan di dua lokasi berbeda yakni kawasan Patung Kuda, Jakarta, dan Masjid Az-Zikra, Sentul, Bogor. Adapun keputusan ini diambil setelah memperhatikan situasi yang ada, serta masukan dari ulama dan umat.
Eka lantas memaparkan bahwa aksi di Patung Kuda akan digelar pada Kamis (2/12) pagi hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB dengan tajuk "Aksi Superdamai". Ia bahkan mengklaim pihaknya telah menyerahkan surat pemberitahuan aksi tersebut kepada Polda Metro Jaya pada Senin (29/11) lalu.
Lalu, Eka menambahkan, untuk aksi kedua, digelar di Aula Masjid Az Zikra, Sentul, Bogor, pada pukul 12.30 hingga 15.30 WIB. Pada acara ini, digelar dengan tajuk "Silaturahmi dan Dialog 100 Tokoh". "Temanya 'Bersama Mencari Solusi Untuk Keselamatan NKRI'," jelas Eka dalam keterangan resmi, Selasa (30/11).
(wk/tiar)