Pemerintah hingga saat ini masih terus berupaya untuk menggencarkan vaksinasi COVID-19. Akan tetapi, Satgas mecatat adanya penurunan suntikan harian COVID-19.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Selasa, 07 Desember 2021 - 14:40 WIB
WowKeren - Vaksinasi COVID-19 di masa pandemi seperti sekarang ini menjadi hal yang wajib untuk dilakukan demi keselamatan bersama. Seperti yang dilakukan pemerintah Indonesia saat ini, terus berupaya untuk menggencarkan vaksinasi terhadap seluruh masyarakat.
Akan tetapi, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mencatat adanya penurunan pada indikator jumlah suntikan harian vaksin. Wiku Adisasmito selaku Juru Bicara Pemerintah Penanganan COVID-19 mengungkapkan bahwa jumlah suntikan harian COVID-19 tercata mengalami penurunan dalam 4 pekan terakhir.
"Angka selanjutnya yang harus dicermati adalah cakupan dan laju vaksinasi di mana data menunjukkan terjadinya penurunan pada jumlah suntikan harian selama empat minggu terakhir," ungkap Wiku dalam konferensi pers, Kamis (2/12).
Lebih lanjut, Wiku menerangkan bahwa capaian suntikan dosis satu vaksin COVID-19 sudah hampir mencapai angka 70 persen. Namun untuk capaian suntikan dosis kedua baru mencapai 25 persen. Maka dari itu, jumlah ini masih perlu untuk terus dikejar hingga mencapai target di akhir tahun 2021 ini.
Wiku lantas mengingatkan, berkaca dari pengalaman di sejumlah negara lain yang menunjukkan peningkatan jumlah kasus tetap berpotensi terjadi, bahkan di negara-negara dengan cakupan dosis kedua yang tinggi. Menurutnya, tujuan dari untuk mencapai target vaksinasi COVID-19 adalah agar bisa memprotyeksi masyarakat dengan maksimal.
Selain memantau indikator jumlah suntikan harian COVID-19, kata Wiku, Satgas juga memantau kondisi pada indikator lainnya seperti kasus aktif, angka BOR ruang isolasi di rumah sakit, angka reproduksi efektif atau Rt COVID-19, serta mobilitas penduduk yang menunjukkan peningkatan.
Sementara untuk penerapan protokol kesehatan (prokes), Wiku mengatakan baik memakai masker maupun menjaga jarak justru mengalami penurunan. Oleh sebab itu, ia meminta agar kondisi ini bisa menjadi refleksi bagi masyarakat maupun pemerintah untuk kembali meningkatkan kewaspadaan guna mencegah terjadinya lonjakan kasus COVID-19.
Selain itu, Wiku juga meminta kepada masyarakat untuk tidak abai dengan prokes. Apalagi di tengah potensi lonjakan kasus saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), dan juga ancaman varian Omicron. Seperti yang diketahui, varian Omicron ini sudah terdeteksi di sejumlah negara.
(wk/tiar)