Menurut Humas Damkar DKI Jakarta, Mulat Wijayanto, ada sejumlah korban yang terjebak di dalam Gedung Cyber 1 di Mampang, Jakarta Selatan, yang terbakar pada Kamis (2/12) siang.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 07 Desember 2021 - 19:34 WIB
WowKeren - Gedung Cyber 1 di Mampang, Jakarta Selatan, mengalami kebakaran pada Kamis (2/12) siang ini. Api dilaporkan muncul di lantai dua gedung sekitar pukul 12.30 WIB.
Sejumlah unit pemadam kebakaran diturunkan untuk menghadapi nyala api. Sejumlah orang berlarian keluar dari Gedung Cyber 1.
Menurut Humas Damkar DKI Jakarta, Mulat Wijayanto, ada sejumlah korban yang terjebak di dalam gedung. "Obyek lantai 2, informasi ada korban yang terjebak," tutur Mulat dalam keterangan tertulis.
Menurut Mulat, ada 22 unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi. Tim juga masih bekerja untuk memadamkan api.
"Ada 100 personel yang dilibatkan," paparnya.
Melansir SINDOnews, sudah ada dua orang korban yang berhasil diselamatkan oleh petugas pemadam kebakaran. Namun masih belum diketahui bagaimana kondisi kedua korban yang berhasil diselamatkan petugas tersebut. Keduanya langsung dimasukkan ke dalam mobil ambulans untuk dibawa ke rumah sakit dan mendapat pertolongan.
Dua korban tersebut awalnya terjebak di lantai 2 Gedung Cyber. Namun mereka berhasil diselamatkan dari depan pintu masuk gedung itu.
Mobil ambulans kembali datang ke lokasi kejadian. Sedangkan mobil PMI disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban yang masih terjebak.
Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan setidaknya ada tiga Anggota Bursa (AB) yang tak dapat melakukan transaksi akibat kebakaran Gedung Cyber 1. Menurut Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono, kebakaran itu memang berdampak pada salah satu area kerja bursa, namun operasional bursa dipastikan tetap berjalan normal.
"Dengan ini kami informasikan bahwa pada hari ini, telah terjadi insiden kebakaran pada salah satu area kerja PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun dari kejadian tersebut tidak berdampak pada operasional perdagangan BEI," tutur Yulianto dalam keterangannya.
(wk/Bert)