Pemerintah Akan Putuskan Keberangkantan Umrah Usai Tahun Baru, Epidemiolog Beri Catatan Ini
Pexels
Nasional

Sebelumnya, Arab Saudi melaporkan menemukan kasus pertama COVID-19 varian Omicron. Hal ini tentunya menjadi pertimbangan pemerintah dalam memberangkatkan jemaah Umrah RI.

WowKeren - Pemerintah menyampaikan bahwa pihaknya akan membahas rencana keberangkatan jemaah Umrah Indonesia usai tahun baru 2021. Saat ini, pemerintah diketahui tengah fokus untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus COVID-19 saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Menanggapi rencana keberangkatan jemaah Umrah RI di tengah pandemi COVID-19, Epidemiolog menilai hal tersebut tidak masalah dengan sejumlah catatan. "Menurut saya tidak masalah terus dijalankan, dengan syarat kriteria ketat," tutur Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman kepada wartawan, Senin (6/12).

Dicky menyarankan agar para jemaah Indonesia untuk diberi suntikan vaksin COVID-19 dosis ketiga atau booster terlebih dahulu. Menurutnya, booster harus segera diberikan ke jemaah Umrah dengan jenis vaksin COVID-19 apapun. Selain itu, jemaah juga harus dipastikan dalam keadaan sehat, serta tidak memiliki penyakit bawaan.

"Usia di bawah 50 tahun kemudian tidak berkomorbid dan karantinanya sebetulnya yang penting adalah karantina pas pulangnya," tegas Dicky. "Ini yang harus dipantau adalah terutama ketika pulang mungkin antara 10 atau 14 hari, nanti kita lihat perkembangan dan keharusan untuk melakukan karantina, lama karantinanya."


Lebih lanjut, Dicky menekankan bahwa jemaah juga harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat, terutama saat berada di pesawat. Selain itu, ia memprediksi bahwa varian baru COVID-19 Omicron sudah memasuki Indonesia, namun saat ini belum terdeteksi lantaran minimnya tracing.

"Prediksi saya sih (varian Omicron) sudah ada juga di kita juga, bukan enggak ada, cuma masalah waktu saja karena kemampuan kita yang terbatas dalam Whole Genome Sequencing," ungkap Dicky.

Seperti yang diketahui, sebelumnya, pemerintah menyambut baik keputusan Arab Saudi yang menerima jemaah Umrah dari Indonesia meski disuntik vaksin Sinovac dan Sinopharm. Akan tetapi, pemerintah akan memutuskan jadwal keberangkatan jemaah Umrah usai libur Nataru.

"Pemerintah sekarang konsentrasi Nataru dulu, agar mudah-mudahan Nataru bisa dikendalikan dengan baik," papar Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers, Senin (6/12).

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait