Dalam PPKM Jawa-Bali periode 30 November hingga 13 Desember, Jawa Barat tercatat menjadi provinsi yang menyumbang kasus COVID-19 baru tertinggi, yakni sebanyak 612 kasus.
- Bertilia Puteri
- Senin, 13 Desember 2021 - 07:46 WIB
WowKeren - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali akan berakhir pada Senin (13/12) hari ini. Pemerintah akan mengumumkan keputusan terkait keberlanjutan PPKM Jawa-Bali. Lantas, bagaimana situasi pandemi COVID-19 selama dua pekan terakhir?
Seecara kumulatif, wilayah Jawa-Bali mencatatkan 2.102 kasus COVID-19 di masa PPKM periode 30 November hingga 13 Desember. Jumlah tersebut mencapai 69,35 persen dari kasus COVID-19 nasional.
Dalam PPKM Jawa-Bali periode 30 November hingga 13 Desember, Jawa Barat tercatat menjadi provinsi yang menyumbang kasus COVID-19 baru tertinggi, yakni sebanyak 612 kasus. Sedangkan Banten menjadi provinsi yang menyumbang kasus COVID-19 baru terendah dengan 74 kasus.
Sementara itu, kasus COVID-19 harian di wilayah Jawa-Bali tercatat masih bersifat naik-turun selama dua pekan terakhir. Di DKI Jakarta misalnya, tercatat ada 44 kasus positif baru pada 30 November. Angka tersebut naik menjadi 70 kasus pada 1 Desember, dan kemudian turun menjadi 28 kasus pada 2 Desember.
Sedangkan di Jawa Barat tercatat ada 58 kasus baru pada 30 November. Pada 1 Desember, Jabar tetap mencatat 58 kasus, namun pada 2 Desember angkanya naik menjadi 83 kasus. Kemudian pada 3 Desember, angkanya turun drastis menjadi 30 kasus saja.
Di sisi lain, kasus kematian akibat COVID-19 di wilayah Jawa-Bali paling banyak berasal dari Jawa Tengah. Dalam dua pekan terakhir, tercatat ada 26 kasus kematian akibat COVID-19 di provinsi yang dipimpin Gubernur Ganjar Pranowo tersebut.
Adapun kasus kesembuhan pasien COVID-19 paling banyak tercatat di Jabar, yakni dengan 677 kasus. Di bawah Jabar, ada DKI Jakarta yang mencatatkan 655 kasus kesembuhan.
Dalam PPKM Jawa-Bali periode 30 November hingga 13 Desember, ada 10 daerah yang diketahui naik dari Level 1 ke Level 2, salah satunya adalah DKI Jakarta. Hal ini dikarenakan oleh adanya penurunan jumlah testing COVID-19.
Dalam rapat evaluasi penanganan pandemi Covid-19 wilayah Jawa-Bali pada 29 November 2021 lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marives) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa situasi pandemi di Jawa-Bali terus menunjukkan perbaikan. Hal ini disebut sebagai dampak positif penerapan PPKM selama beberapa bulan.
Kasus positif COVID-19 menurun hingga 99 persen dibanding pada saat puncak kasus di bulan Juli lalu. Meski demikian, Luhut menyampaikan bahwa kala itu terjadi peningkatan nilai Rt (penambahan kasus aktif nasional).
(wk/Bert)