Kapolri Listyo Sigit Prabowo memberi arahan kepada jajarannya menanggapi persepsi masyarakat soal kasus yang harus diviralkan terlebih dahulu agar diusut dengan tuntas.
- Elvariza Opita
- Jumat, 17 Desember 2021 - 17:14 WIB
WowKeren - Institusi Polri tengah menjadi sorotan masyarakat luas karena dinilai kurang tanggap terhadap pengaduan masyarakat. Bahkan secara spesifik Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyoroti persepsi bahwa Polri baru mengusut kasus yang sudah viral.
"Saat ini muncul 'No Viral No Justice'. Jadi kalau tidak diviralkan, hukum tak berjalan," tutur Sigit di acara Rakor Anev Itwasum Polri 2021 yang disiarkan di YouTube Divisi Humas Polri, Jumat (17/12). "Mereka membuat satu perbandingan, bagaimana kasus yang dimulai diviralkan dibandingkan kasus yang dimulai dengan dilaporkan dalam kondisi biasa."
Rupanya masyarakat mendapat kasus yang diviralkan memiliki kecenderungan untuk selesai lebih cepat. "Ini tentunya adalah fenomena yang harus kita evaluasi kenapa ini bisa terjadi," imbuh Sigit.
Temuan itu yang membuat masyarakat berpikir bahwa setiap laporan harus menjadi viral terlebih dahulu baru akan ditangani polisi. Sigit pun menilai, citra kepolisian yang seperti inilah yang harus diubah di mata masyarakat.
"Bahkan yang terakhir muncul fenomena 'No Viral No Justice'," papar sang mantan Kabareskrim Polri. "Jadi ini kemudian sudah melekat di masyarakat, bahwa harus viral karena kalau tak viral maka proses tak akan berjalan dengan baik."
Karena itulah, diperlukan evaluasi untuk mengatasi citra kepolisian yang terlanjur seperti itu di mata masyarakat. Sedangkan di sisi lain, Sigit juga mendorong polisi untuk menerima kritikan dari masyarakat, sebab semuanya bertujuan untuk membuat Polri menjadi lebih baik ke depannya.
"Di satu sisi kita harus terima semua persepsi masyarakat sebagai bagian evaluasi, bagian kritik terhadap kita," ujar Sigit. "Dan tentunya ini adalah waktunya kemudian kita memperbaiki, berbenah, untuk kemudian melakukan hal lebih baik untuk memenuhi harapan masyarakat."
"Namun fenomena-fenomena ini tentunya menjadi bagian dari tugas rekan-rekan untuk mengevaluasi di sisi mana yang masih kurang terkait perjalanan organisasi kita," lanjutnya. "Baik secara manajemen atau secara perilaku individu sehingga kemudian ini harus kita perbaiki."
(wk/elva)