Dibangun di daerah pedesaan yang ada di Selandia Baru, Grant Major mengatakan bahwa kru juga telah melalui proses dengan susah payah menyusun setiap detail kota.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 18 Desember 2021 - 17:35 WIB
WowKeren - Pembuatan set untuk Hobbit dalam film "The Lord of the Rings" karya Peter Jackson ternyata membutuhkan waktu yang cukup lama. Saat mendiskusikan film "Lord of the Rings" Jackson dengan The Independent, desainer produksi trilogi Grant Major menjelaskan tentang proses pembuatan The Shire dan Hobbiton.
Major menjelaskan bahwa set itu dibangun di daerah pedesaan yang ada di Selandia Baru. Para kru juga telah melalui proses dengan susah payah menyusun setiap detail kota.
Dia mengatakan bahwa mereka harus meyakinkan seorang petani lokal untuk mengizinkan mereka menggunakan tanah itu. Mereka memilihnya karena kemiripannya dengan deskripsi Tolkien tentang The Shire dari novel.
"Butuh satu tahun penuh untuk membuat The Shire," ujar Major. "Kami menemukan daerah pedesaan Selandia Baru yang mirip dengan deskripsi Tolkien dan kami harus membujuk petani untuk mengizinkan kami menggunakan tanah itu."
Ia kemudian menjelaskan lebih detail proses pembuatan set tersebut. Dalam waktu satu tahun itu, kru bekerja untuk membuat lokasi sesuai yang mereka inginkan, mulai dari bunga dan pagar.
"Kami membuat jalan, membangun rumah, semua dinding batu, itu benar-benar seperti membangun kota. Kami berkeliling Selandia Baru mencari jenis pagar yang tepat dan kemudian kami memindahkannya ke lokasi," jelasnya lebih lanjut. "Kami menanam kembali bunga dan memastikan rumput memiliki panjang yang tepat. Semuanya membutuhkan waktu satu tahun."
Dan Hennah selaku direktur seni dari trilogi film LOTR, juga mengomentari tingkat detail yang digunakan dalam pembangunan Hobbiton. Dia mengatakan bahwa Jackson menginginkannya menjadi tempat yang nyata dan segala sesuatu di kota itu dibuat khusus untuk film tersebut.
"(Jackson) tidak hanya ingin menggunakan furnitur yang Anda dapatkan dari supermarket. Setiap bagian adalah pekerjaan kami," kata Hennah. "Kainnya tenunan sendiri, kami membuat tembikar sendiri, kami membuat gelas, peralatan makan di rumah Bilbo adalah semua dibuat sendiri."
(wk/zodi)