Rektor Universitas Airlangga, M Nasih, mengklaim bahwa Vaksin Merah Putih yang dikembangkan pihaknya bisa digunakan baik sebagai booster maupun vaksin primer COVID-19.
- Rabu, 22 Desember 2021 - 19:56 WIB
WowKeren - Pemerintah memasukkan Vaksin Merah Putih menjadi salah satu opsi vaksin dosis ketiga alias booster COVID-19 yang akan diberikan tahun depan. Meski demikian, Rektor Universitas Airlangga, Muhammad Nasih, menegaskan bahwa Vaksin Merah Putih yang dikembangkan instansinya bisa digunakan sebagai booster maupun vaksin dosis primer.
"Vaksin Merah Putih dapat digunakan untuk booster maupun vaksin utama," kata Nasih kepada Kompas.com, Rabu (22/12). "Sesuai dengan kebutuhan nasional saja."
Pasalnya, seperti diketahui program vaksinasi COVID-19 dosis satu dan dua terus diperkuat pada tahun 2021. Sedangkan pada 2022 nanti Indonesia akan memulai program vaksinasi booster sehingga Vaksin Merah Putih yang dikembangkan tim peneliti Unair akan memperkuat kebutuhan nasional.
Vaksin Merah Putih yang dikembangkan Unair akan diproduksi oeh PT Biotis Pharmaceutical. Beberapa bulan lalu, bibit vaksin yang dikembangkan dengan platform inactivated virus tersebut telah diserahkan kepada PT Biotis sekaligus menandai kerja sama kedua pihak.
Sebelumnya opsi Vaksin Merah Putih digunakan sebagai booster vaksin COVID-19 memang terus dikaji. Seperti disampaikan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito bahwa diperlukan uji klinis lanjutan untuk melihat keampuhannya sebagai booster.
"Sedang disiapkan. Mungkin ada revisi untuk protokolnya (uji klinis)," beber Penny seperti dikutpi dari ANTARA. "Jadi setelah vaksin primer dilanjutkan uji untuk vaksin booster."
"Pengembangan dan uji klinis yang sedang berlangsung saat ini untuk menghasilkan vaksin primer, sehingga akan ada kemungkinan perubahan protokol uji klinis," imbuh Penny menegaskan kembali. Kendati demikian, sampai awal bulan Desember, Vaksin Merah Putih masih dikembangkan untuk kebutuhan dosis primer.
"BPOM sedang mendampingi pengembangan vaksin Merah Putih bersama PT Biotis untuk segera mendapatkan cara pembuatan obat yang baik (CPOB) maupun fill and finish," terang Penny. Bila seluruh tahap uji klinis dosis primer selesai, Vaksin Merah Putih bisa diuji untuk kebutuhan dosis booster.
(wk/Indr)