Menurut satgas imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Mei Neni Sitaresmi, KIPI pada anak usia 6-11 tahun setelah divaksin bisa jadi bukan karena pengaruh vaksinnya, melainkan proses vaksinasi itu sendiri.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 24 Desember 2021 - 16:53 WIB
WowKeren - Vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6-11 tahun di Indonesia telah resmi dimulai. Salah satu hal yang menjadi perhatian orangtua dalam program vaksinasi COVID-19 anak ini adalah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).
Menurut satgas imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Mei Neni Sitaresmi, KIPI pada anak usia 6-11 tahun setelah divaksin bisa jadi bukan karena pengaruh vaksinnya, melainkan proses vaksinasi itu sendiri. Menurut Mei, banyak anak yang panik atau ketakutan saat hendak disuntik vaksin sehingga memicu terjadinya KIPI.
Reaksi semacam itu disebut sebagai immunization stress-related response. "Ternyata reaksi vaksin itu bukan semua karena reaksi vaksin," jelas Mei pada Jumat (24/12).
Oleh karena itu, Mei menegaskan pentingnya peran orangtua. Orangtua disarankan untuk sebisa mungkin tidak menakut-nakuti anak terkait vaksinasi sehingga anak bisa tenang.
"Tentunya anaknya harus tenang dan rileks," lanjutnya. "'Dek nanti mau divaksin kalau sakit sedikit engak apa-apa tapi nanti kamu sehat,' itu menjadi hal yang sangat penting untuk mendorong anak-anak kita supaya tidak ada KIPI karena kecemasan ini."
Selain dipicu oleh kecemasan atau kepanikan, Mei juga mengungkapkan bahwa KIPI pada anak yang sering muncul pasca vaksinasi adalah KIPI kebetulan. Diketahui, KIPI kebetulan biasanya berbarengan dengan penularan penyakit lain.
"Misalnya di sini, baru musin DBD, saya di sini disuntik saat ini anak disuntik, kemudian 3 hari kemudian dia demam, lalu diperiksa dia ada demam berdarahnya," tuturnya. "Ini yang disalahkan vaksinnya, padahal itu terjadi karena penyakit yg lain."
Di sisi lain, Tim Advokasi Vaksin COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mendukung penuh program vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6-11 tahun ini. Dukungan ini diberikan lantaran vaksin yang akan diberikan untuk anak-anak 6-11 tahun sudah terbukti aman dan bermanfaat melalui berbagai uji klinis.
Selain itu, diketahui vaksin Sinovac untuk anak-anak juga sudah mendapat izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta telah melalui kajian Indonesian Technical Advisory Group on Immnunization (ITAGI). Dengan demikian, keamanan dan efikasi vaksin Sinovac untuk anak-anak sudah dipastikan oleh otoritas berwenang.
(wk/Bert)