Kabar kematian dua warga Bone ini telah dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Arman Bausat. Namun ia masih belum bisa memastikan apakah kedua orang tersebut meninggal karena pengaruh vaksin COVID-19 atau bukan.
- Bertilia Puteri
- Senin, 27 Desember 2021 - 21:14 WIB
WowKeren - Dua warga Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan dikabarkan meninggal dunia usai menerima vaksinasi COVID-19. Kedua warga tersebut bernama Seleng yang berusia 80 tahun dan ANW yang baru berusia 13 tahun.
Seleng yang merupakan warga Dusun Batu Lappa, Desa Samaenre, menerima vaksinasi COVID-19 pada Kamis (23/12) lalu. Namun kondisi kesehatannya menurun pasca menerima vaksinasi hingga akhirnya Seleng meninggal dunia pada Sabtu (25/12).
Sementara itu, ANW yang merupakan warga Desa Gattareng dilaporkan telah menerima dua dosis vaksin COVID-19 pada 26 Oktober dan 23 November 2021. ANW disebut tidak mengalami gangguan kesehatan setelah mengikuti vaksinasi. Namun akhir-akhir ini kesehatan ANW menurun hingga akhirnya meninggal dunia.
Kabar kematian kedua warga Bone ini telah dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Arman Bausat. Meski demikian, Arman masih belum bisa memastikan apakah kedua orang tersebut meninggal karena pengaruh vaksin COVID-19 atau bukan.
"Iya itu memang benar, satu anak-anak dan satu orang tua ya," tutur Arman dilansir Kompas.com pada Senin (27/12). "Itu kan kita masih investigas penyebabnya, apakah betul karena itu (vaksin). Nanti saya lapor itu ya. Kalau dari dengar informasi, ini kan masih laporan dan informasinya sepihak."
Menurut Arman, kedua warga yang meninggal dunia usai divaksinasi tersebut memiliki penyakit penyerta. ANW disebut memiliki riwayat penyakit jantung, sedangkan Seleng dikabarkan memiliki riwayat penyakit hipertensi.
"Kita coba investigasi dulu, jadi ada kondisi yang tidak bisa diterangkan," paparnya. "Ada KIPI (Kejadian Ikutan Pasca-imunisasi) kan, itu artinya dari seratus juta penduduk Indonesia tidak semua rusak."
Lebih lanjut, Arman berharap agar kejadian ini tidak membuat masyarakat takut mengikuti vaksinasi COVID-19. Karena vaksinasi tetap bermanfaat untuk mencegah penularan COVID-19.
"Kita antisipasi jangan sampai kasus ini menghilangkan manfaat vaksinasi. Ya, tidak boleh itu menghilangkan manfaatnya, makanya keuntungan besar kita utamakan," pungkasnya.
(wk/Bert)