Dalam mendukung rencana pemerintah untuk memberikan booster, BPOM telah memberikan izin terhadap 5 vaksin COVID-19. Salah satunya adalah vaksin Moderna.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Senin, 10 Januari 2022 - 13:45 WIB
WowKeren - Pemerintah sebelumnya telah mengumumkan akan mulai menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis ketiga atau booster pada 12 Januari 2022 mendatang. Sementara itu, pada Senin (10/1) hari ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengeluarkan izin penggunaan darurat (EUA) lima vaksin COVID-19 sebagai booster.
Di sisi lain, BPOM juga menyampaikan bahwa untuk penggunaan vaksin Moderna sebagai booster hanya akan diberikan setengah dosis. Booster ini nantinya juga akan diberikan kepada masyarakat berusia 18 tahun ke atas dan resmi mengantongi EUA.
Penny K Lukito selaku Kepala BPOM menuturkan bahwa vaksin booster Moderna diberikan untuk dua skema yakni pemberian secara homologous alias pemberian dosis vaksin COVID-19 pertama hingga ketiga menggunakan Moderna. Serta heterologous alias pemberian vaksin COVID-19 dosis pertama dan kedua berbeda dengan booster yakni Moderna.
"Vaksin Moderna untuk homolog dan heterolog booster dengan dosis setengah dosis," ungkap Penny dalam konferensi pers, Senin (10/1). "Sebagai booster heterolog, Moderna untuk vaksin primer AstraZeneca, Pfizer, dan Johnson & Johnson."
Lebih lanjut, Penny menerangkan bahwa vaksin Moderna memiliki kemampuan peningkatan rata-rata titer antibodi netralisasi sebesar 13 kali lipat setelah pemberian dosis booster. Selain Moderna, BPOM juga telah menerbitkan EUA vaksin booster lainnya yakni vaksin CoronoVac yang merupakan produksi PT Bio Farma (Persero) dari bahan baku vaksin Sinovac.
Vaksin CoronoVac itu nantinya kata Penny, ditujukan untuk pemberian booster vaksin homologous. Vaksin ini nantinya akan diberikan dengan ukuran satu dosis dengan kemampuan peningkatan rata-rata titer antibodi netralisasi sebesar 21-35 kali lipat pasca empat pekan vaksinasi.
Selanjutnya, ada vaksin Pfizer yang juga telah mendapat EUA dari BPOM untuk digunakan sebagai booster. Vaksin ini nantinya juga diberikan dengan ukuran pemberian satu dosis dan bersifat homologous.
Kemudian, kata Penny, ada vaksin AstraZeneca untuk sekma homologous dengan pemberian satu dosis dan memiliki imunogenisitas yang menunjukkan kenaikan titer antibodi sekitar 3,5 kali lipat pasca pemberian booster.
Terakhir, vaksin Zifivax produksi PT Jakarta Bio Pharmaceutical Industry (JBio) yang juga diberikan satu dosis melalui skema pemberian booster heterologous, dengan kemampuan peningkatan rata-rata titer antibodi netralisasi sebesar 30 kali pada subjek yang telah mendapat vaksin primer Sinovac atau Sinopharm.
(wk/tiar)