Sejumlah daerah di Indonesia saat ini diketahui mengalami kenaikan kasus COVID-19, seperti yang terjadi di DKI Jakarta dan Bali. Kenaikan kasus itu sendiri disebabkan oleh beberapa faktor.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 28 Januari 2022 - 11:17 WIB
WowKeren - Dalam upaya mengendalikan penyebaran kasus COVID-19 di Indonesia, pemerintah hingga saat ini masih menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level, baik di Pulau Jawa-Bali maupun di luar wilayah tersebut. Pemerintah pun kini tengah memberlakukan PPKM Level Jawa-Bali hingga 31 Januari 2022.
Dalam periode PPKM Level tersebut, wilayah Jabodetabek diketahui berada di level 2. Namun, baru-baru ini, Juru Bicara Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marives) Luhut Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi menyebut bahwa PPKM Level di DKI Jakarta berpotensi mengalami kenaikan menjadi level 3.
Menurut Jodi, hal itu bisa saja benar ditetapkan apabila kasus COVID-19 di DKI Jakarta masih terus meningkat. "Seperti yang disampaikan Pak Menko minggu lalu, bahwa mungkin saja DKI akan naik ke Level 3 di minggu depan bila kenaikan kasus dan angka BOR di wilayah aglomerasi juga naik," tutur Jodi kepada CNNIndonesia.com.
Meski demikian, Jodi menuturkan bahwa kenaikan level PPKM di DKI Jakarta itu masih berupa perkiraan. Pemerintah disebut masih akan terus mengevaluasi status PPKM di seluruh daerah setiap pekannya.
Di sisi lain, terjadi peningkatan jumlah turis di Bali sebesar 30 persen. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan dengan adanya kunjungan wisata yang cukup baik di akhir tahun 2021 lalu itu juga dibarengi dengan kenaikan kasus COVID-19.
"Tahun 2022, kelihatannya mulai membaik karena wisatawan domestik sudah mulai berdatangan ke Bali. Meskipun baru mencapai sekitar 30 persen dari situasi normalnya," tutur Koster dalam sambutan di acara Rapat Koordinasi Teknis Gubernur Wakil Pemerintah Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tahun 2022, di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (27/1).
"Tapi saya memperkirakan begitu balik kira-kira dua atau tiga minggu lagi COVID-19 di Bali pasti naik, dan benar adanya angka COVID-19 di Provinsi Bali sudah naik lagi," papar Koster.
Menurut Koster, dalam tiga bulan terakhir, kasus COVID-19 di Bali sudah berada di angka satu digit dan pasien yang meninggal dunia rata-rata nol kasus dan yang sembuh jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kasus baru. Selain itu, ia juga memprediksi kala ada kenaikan kasus COVID-19, maka dalam beberapa bulan ke depan kasus COVID-19 akan terus naik. Sehingga pihaknya akan melakukan tes, penelusuran kontak, dan perawatan medis secara gencar.
(wk/tiar)