Viral kerumunan pengunjung di mal Bandung yang menyaksikan barongsai dalam perayaan Imlek 2022. Hal ini lantas menjadi sorotan, mengingat kerumunan terjadi di tengah lonjakan COVID-19.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Kamis, 03 Februari 2022 - 13:42 WIB
WowKeren - Pada pada perayaan Tahun Baru China atau Imlek 2022 yang jatuh di tanggal 1 Februari lalu, membuat sejumlah tempat hiburan seperti mal menggelar aksi atraksi barongsai. Salah satu mal yang menggelar aksi atraksi barongsai adalah Mall Festival Citylink Bandung, Jawa Barat.
Akan tetapi belakangan ini mal tersebut tengah menjadi sorotan lantaran atraksi barongsai yang digelarnya itu memicu kerumunan massa di tengah lonjakan kasus COVID-19. Menanggapi hal ini, pihak pengelola mal menyebut telah melakukan dan menjalankan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.
"Kami selalu menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, setiap pengunjung yang masuk ke dalam mal harus scan barcode terlebih dahulu via aplikasi PeduliLindungi dan wajib memakai masker," tutur pihak Marketing Communication Mall Festival Citylink, Deni Setiawan dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (2/2).
Lebih lanjut, Deni menerangkan meski pengunjung mal hanya berjumlah 31 persen dari kapasitas, namun kerumunan tidak dapat dihindari lantaran pengunjung hanya berkumpul di satu titik lokasi. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa pihaknya telah mengantisipasi untuk memecah laju pengunjung agar tidak terjadi kerumunan dengan membagi atraksi barongsai menjadi tiga sesi yakni pukul 15.00, 17.00 dan 19.00 WIB.
Akan tetapi melihat antusiasme masyarakat yang tinggi, maka Deni mengatakan pihak mal memutuskan untuk memangkas durasi pertunjukkan dari 45 menit menjadi 10 menit dan sesi ketiga dibatalkan. Pihaknya pun menegaskan selalu mengimbau pengunjung untuk menerapkan prokes secara ketat.
Akibat dari terjadinya kerumunan menonton barongsai itu, Pemerintah Kota Bandung diketahui sudah memanggil General Manager mal Festival Citylink. Pelaksana tugas Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan bahwa Satpol PP lah yang memanggil dan memeriksa pihak mal tersebut.
"Kita sudah lihat rekamannya. Memang penuh ya, tapi setelah 10 menit langsung dibubarkan oleh pengelola, termasuk pengawasan dari kita juga," ungkap Yana dalam keterangannya, Rabu (2/2).
Sementara itu, Yana mengatakan bahwa pihaknya tengah menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Satpol PP terhadap pengelola mal atas peristiwa tersebut. Di sisi lain, Satpol PP juga akan memanggil pengelola mal yang lainnya pada Kamis (3/2).
Kepala Satpol PP Rasdian mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih meminta keterangan pengelola mal dan bekerja sama dengan Polrestabes Bandung. Nantinya, akan ada sanksi yang diberikan sesuai regulasi.
(wk/tiar)