Sempat ikuti ajang pencarian bakat, Elizabeth Sitio kini eksis tampilkan beatbox di media sosial. Seperti apa keseruan perjalanan Elizabeth sebagai konten kreator beatbox? Ini dia kisah selengkapnya.
- Feb 7, 2022
WowKeren - Saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) Chaca mengaku sangat menyukai olahraga basket. Namun, ia terpaksa berhenti bermain basket karena kecelakaan. Ia pun merasa insecure karena kehilangan bakat. Sampai akhirnya, ia tertarik dan mulai mendalami dunia beatbox.
"Awalnya dari insecure sama teman-teman yang punya bakat sih. Terus aku mikir, 'aku harus punya bakat apalagi ya selain basket'," ungkap Chaca. "Akhirnya aku coba cari-cari, aku inginnya musik. Aku pikir, musik paling bikin orang tertarik. Akhirnya aku pilih beatbox karena enggak ada alat yang harus dibeli, cuma pakai mulut doang."
Berawal dari rasa insecure, Chaca jadi makin serius mendalami beatbox. Ia pun mempelajari teknik basic hingga efek-efek sound berbekal video-video di YouTube. Meski belajar secara otodidak, ia kini sudah mampu membuat musik beatbox-nya sendiri.
"Pada zamannya, aku belajar beatbox itu di YouTube. Di Jakarta ada sekolah beatbox, tapi karena aku di luar kota, jadi modal video saja deh," lanjut Chaca. "Aku coba belajar sebulan, tahunya bisa basic, lanjut ke efek-efek sound, dan akhirnya sekarang sudah lima tahun lebih, dan sudah bisa bikin beatbox sendiri."
(wk/yoan)