Salah satu korban selamat bernama Danarto lantas mengungkapkan detik-detik kecelakaan maut tersebut. Danarto berada di dalam bus tersebut bersama istri, dua anak, dan ibu mertuanya.
- Bertilia Puteri
- Senin, 07 Februari 2022 - 16:44 WIB
WowKeren - Kecelakaan bus pariwisata di Jalan Imogiri-Mangunan, Bantul, Yogyakarta, pada Minggu (6/2) sore menyebabkan sekitar 13 orang penumpang meninggal dunia. Sopir bus tersebut termasuk dalam daftar korban tewas kecelakaan itu.
Dengan tewasnya sang sopir, polisi pun kesulitan mengetahui penyebab bus pariwisata itu menabrak tebing. Salah satu korban selamat bernama Danarto lantas mengungkapkan detik-detik kecelakaan maut tersebut.
Danarto berada di dalam bus tersebut bersama istri, dua anak, dan ibu mertuanya. Mereka mengikuti acara family gathering yang digelar sebuah perusahaan konveksi di Sukoharjo. Pada saat kejadian, rombongan tersebut berada di perjalanan dari Puncak Becici Imogiri menuju Pantai Parangtritis.
"Sebelum kejadian saat berada di tanjakan tinggi, bus sudah tidak kuat melaju. Mesin mati," ungkap Danarto yang duduk di samping sopir bus pada saat kejadian, dilansir Kompas.com pada Senin (7/2).
Saat mesin bus mati, para penumpang panik sedangkan sang kernet turun mencari balok untuk mengganjal kendaraan yang sempat mundur. Para penumpang kemudian ikut turun dari bus.
Mesin bus kemudian kembali menyala tak lama kemudian dan para penumpang kembali masuk ke dalam. Bus lalu melaju dengan kecepatan perseneling tiga.
Danarto mengaku sempat mendengar pembicaraan antara sopir dan kernet sebelum kecelakaan terjadi. Berdasarkan percakapan tersebut, filter bus diduga kotor atau bermasalah. Saat itu sang kernet juga mengatakan bahwa mereka sudah melewat jalur yang sama seminggu sebelumnya dan tak ada masalah.
Perasaan Danarto pun tidak enak setelah mendengar perbincangan antara sopir dan kernet bus tersebut. Ketika bus memasuki tikungan Bukit Bego, sopir tampak panik dan memainkan perseneling hingga kendaraannya oleh ke kanan dan ke kiri.
"Saya sempat tanya ke sopir, bisa atau tidak, sopir diam saja. Mungkin panik," terang Danarto.
Bus kemudian melaju dengan kecepatan tinggi di jalan turunan. Danarto menduga sang sopir bingung bagaimana cara untuk menghentikan bus karena di sebelah kiri mereka ada jurang sedangkan di depan ada truk yang membawa pasir.
"Mau dihantam ke truk mungkin takut semua habis, akhirnya langsung ke kanan ditabrakkan ke tebing," paparnya.
Danarto sendiri terlempat ke luar bus pada saat kejadian dan masuk ke selokan. Beruntung anak dan istri Danarto berada dalam kondisi selamat meski mengalami luka-luka.
(wk/Bert)