Gubernur Sebut 10 Ribu Lebih Kasus Akif COVID di Bali Varian Omicron, OTG Capai 90 Persen
Instagram/kostergubernurbali
Nasional

Gubernur Bali, I Wayan Koster menyebut ada lebih dari 10 ribu kasus aktif COVID-19 di provinsinya. Koster juga mengungkap kasus tersebut didominasi oleh COVID-19 varian Omicron.

WowKeren - Bali juga tak luput dari lonjakan kasus COVID-19 akibat varian Omicron. Gubernur Bali, I Wayan Koster mengungkap bahwa kasus aktif COVID-19 di Bali saat ini sudah mencapai 10 ribu lebih. Menurut Koster, 10 ribu kasus tersebut didominasi varian omicron karena perkembangannya begitu cepat dalam satu atau dua pekan terakhir.

"Kalau, kasus aktifnya itu sekarang sudah mencapai 10 ribu lebih. Kasus aktifnya omicron itu. Saya kira, itu sudah omicron karena perkembangan yang sangat cepat, itu kira-kira percepatannya yang luar biasa. Saya lihat itu, dalam satu minggu belakangan ini," ungkap Koster saat konferensi pers di Gedung Gajah, Jayasbha, Denpasar, Bali, Selasa (8/2).

"Dan itu, kalau menurut referensi yang terjadi di berbagai negara dan juga yang terjadi di Jakarta, itu memang varian omicron. Jadi meskipun belum keluar semua hasil lab-nya. Tapi saya kira itu menunjukkan gejala varian omicron," lanjutnya.


Meski begitu, pihaknya merasa bersyukur. Meskipun kasus positif Covid-19 di Bali naik tajam, tapi mereka didomunasi OTG (Orang tanpa Gejala) yang mencapai 90 persen. Sisa 10 persen kasus yang masuk ke rumah sakit rujukan adalah pasien bergejala ringan.

"Kalau kasus yang muncul sekarang ini. Saya kira, itu sudah merupakan Covid-19 varian omicron. Dan munculnya juga sekitar tiga minggu sejak tahun baru berakhir di Provinsi Bali. Sebagaimana kita ketahui, di akhir tahun, kemudian tahun baru, tahun 2021 yang lalu, itu banyak orang berkunjung ke Bali, berwisata di Bali, berlibur di Bali, sampai balik pada 8 Januari tahun 2022," ujar Koster.

Koster memaparkan bahwa lonjakan kasus COVID di Bali terjadi setelah tanggal 15 Januari 2022. kasus COVID kemudian terus meningkat dan sampai empat digit.

"Kasus naik mulai pada tanggal 15 Januari. Sebelum tanggal 15 Januari itu, kasus hariannya satu digit, kemudian 15 Januari sampai 25 Januari meningkat kasusnya menjadi dua digit. Dan, kemudian mulai 26 Januari meningkat menjadi tiga digit dan sekarang sudah menjadi empat digit. Tadinya rata-rata satu hari kasusnya satu digit, kemudian naik dua digit, naik tiga digit sekarang pada posisi sampai kemarin itu dua digit," pungkasnya.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait