Saat ini metaverse menjadi sebuah peluang baru bagi ekonomi dunia untuk ekspansi di dunia digital. Hal ini tampaknya juga memengaruhi dan akan dilakukan di Tanah Air.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Rabu, 23 Februari 2022 - 14:30 WIB
WowKeren - Perkembangan ilmu teknologi yang semakin pesat, tentu saja memengaruhi segala bidang yang ada, tak terkecuali perbankan. Seperti yang diketahui, belakangan ini publik tengah menyoroti dan memperbincangkan mengenai metaverse.
Bahkan, langkah tersebut tampaknya juga akan dilakukan oleh sejumlah bank nasional. Atas hal ini, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyampaikan masukan untuk perbankan nasional yang mulai merambah ke dunia metaverse.
"Di antaranya penggunaan financial technologies, kemudian artifisial intelijen, aset virtual, bahkan ada PJK bank yang telah mempublikasikan penggunaan metaverse," tutur Mahfud dalam webinar yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rabu (23/2).
Oleh sebab itu, Mahfud meminta kepada para penyedia jasa keuangan untuk bisa menyikapi dengan bijak atas pesatnya perkembangan teknologi di sektor keuangan. Ia berpesan agar bank tetap berpedoman sesuai dengan komitmen Indonesia dalam Financial Action Task Force on Money Laundring (FATF).
Adapun pedoman FATF yang dimaksudkan Mahfud dalam hal tersebut adalah dalam dokumen mengenai perkembangan dan tantangan pada teknologi baru. Menurutnya, penyedia jasa keuangan hendaknya mampu mengidentifikasi dan mengkaji risiko tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan tindak pidana pendanaan terorisme (TPPT), yakni yang muncul sehubungan dengan perkembangan produk dan penggunaan teknologi baru.
Mahfud memaparkan bahwa FATF sendiri telah mendefinisikan teknologi baru itu merupakan proses, metode, dan kemampuan inovatid yang digunakan dengan tetap mematuhi program APU-PPT (Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme). Selain itu, ia juga mendorong penggunaan teknologi baru supaya penyedia jasa keuangan bisa menerapkan Prinsip Mengenali Pengguna Jasa (PMPJ) secara digital dan verifikasi digital.
Adapun salah satu bank nasional yang diketahui berencana untuk merambah metaverse adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI). Bank ini nantinya akan menjadi pioneer digital banking Indonesia turut berkomitmen membangun Metaverse Indonesia.
Tidak hanya sebagai wave rider, BNI digadang-gadang akan membangun ekosistem bisnis digital yang relevan di dalam Metaverse Indonesia, yang juga akan diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo ke dalam pertemuan G20, di mana Indonesia bertindak sebagai Presidensi.
(wk/tiar)