Konflik Rusia-Ukraina Dinilai Bisa Bikin Harga Mie Instan Naik, Ini Penjelasannya
Unsplash/Markus Winkler
Nasional

Pasukan Rusia diketahui telah mulai memasuki Ukraina dan meluncurkan berbagai serangan sejak Kamis (24/2). Konflik tersebut lantas dikhawatirkan akan berdampak pada sektor ekonomi Indonesia.

WowKeren - Seluruh dunia kini tengah menyoroti konflik Rusia-Ukraina yang memanas sejak Kamis (24/2) pekan lalu. Pasukan Rusia diketahui telah mulai memasuki Ukraina dan meluncurkan berbagai serangan.

Konflik tersebut lantas dikhawatirkan akan berdampak pada sektor ekonomi Indonesia. Menurut ekonom senior Rizal Ramli, ada kemungkinan Indonesia akan terkendala pasokan gandum yang diimpor dari Rusia dan Ukraina.

Menurut Rizal, 30 persen gandum diimpor dari Rusia, sedangkan 25 persen diimpor dari Ukraina. Ia menilai kendala pasokan gandum tersebut bisa memicu naiknya harga mie instan.

"Hingga akhirnya teman-teman mahasiswa dan masyarakat umum makan mie instan bisa naik harganya. Tantangan kita sekarang bisa dibilang semakin susah, barang-barang selain langka juga mengalami kenaikan harga. Bukan hanya minyak goreng, kedelai, bisa jadi sebentar lagi gandum," ungkap Rizal pada Minggu (27/2).


Lebih lanjut, Rizal menilai harga gandum bisa saja naik apabil konflik Rusia-Ukraina berlangsung secara berkepanjangan. Ia menilai konflik yang berkepanjangan dapat berimbas pada pasokan minyak bumi yang diimpor ke Indonesia.

"Harga minyak bumi yang tadinya 100 dolar per barrel bisa naik sampai 150 dolar per barrel," tambahnya.

Rizal menjelaskan bahwa Indonesia mengimpor 1,2 juta barrel minyak bumi per hari. Apabila harganya naik menjadi 150 dolar per barrel, maka pemerintah Indonesia harus menyiapkan dana hingga 175 juta dolar per hari. Hal ini dinilainya bisa menimbulkan masalah ke Pertamina hingga berdampak luas pada naiknya harga BBM.

"Sebetulnya saya sudah pernah nyatakan beberapa tahun lalu sebelum COVID. Sederhana kok, saya bilang perlu realokasi anggaran karena ada COVID maka bakal ada krisis ekonomi," jelasnya. Meski demikian, Rizal mengaku solusi yang diusulkannya itu tak pernah dijalankan pemerintah.

Di sisi lain, ketersediaan minyak goreng belakangan ini menjadi polemik karena sulit ditemukan. Namun Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi telah memastikan bahwa stok minyak goreng akan aman saat masyarakat Indonesia menyambut bulan suci Ramadhan pada awal April mendatang.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait