Dijual Usai 19 Tahun Kepemilikan Imbas Invasi Rusia, Ini Perjalanan Roman Abramovich Pimpin Chelsea
AP/Martin Meissner
Dunia

Dengan berat hati dan kesedihan mendalam, Abramovich terpaksa menjual Chelsea lantaran tekanan sanksi akibat invasi Rusia terhadap Ukraina. Ia telah menjadi pemilik sejak resmi dibelinya pada tahun 2003 silam.

WowKeren - Pemilik klub sepak bola liga Inggris, Chelsea, Roman Abramovich kini telah tunduk pada tekanan yang meningkat untuk menghentikan kepemilikannya tersebut. Abramovich sendiri juga telah mengonfirmasi bahwa Chelsea akan dijual.

Adapun keputusan untuk menjual Chelsea itu lantaran imbas dari sanksi yang diberikan setelah invasi Rusia terhadap Ukraina. Belum lama diumumkan dijual, sudah ada pihak yang melirik untuk membeli Chelsea, seperti konsorsium yang dipimpin oleh miliarder Hansjorg Wyss dan Todd Boehly.

Bahkan ada sumber yang mengatakan setidaknya satu kelompok lain sedang bersiap untuk membuat penawaran terhadap Chelsea pada pekan ini. Abramovich mengungkapkan bahwa semua hasil bersih yang dipahami sebagai uang dari penjualan apapun dikurangi biaya hukum, nantinya akan digunakan "untuk kepentingan semua korban perang di Ukraina".

Selain itu, Abramovich juga mengonfirmasi telah menghapus pinjaman sebesar 1,5 miliar Pound Britania atau setara dengan Rp28,9 triliun yang diberikan kepada Chelsea sejak diambil alih pada tahun 2003 silam. Selain kedua miliarder tersebut, beberapa investor lain diketahui juga terlibat atas penawaran Chelsea, dengan setidaknya dua lainnya berasal dari AS.

Pihak yang berminat untuk membeli Chelsea pun telah diundang untuk mengajukan penawaran resmi paling lambat 15 Maret mendatang. Sebelumnya, posisi Abramovich berada di bawah ketidakpastian yang berkembang sejak ia mengumumkan rencana untuk mentransfer perawatan dan pengelolaan Chelsea kepada wali yayasan amal klub pekan lalu.


Langkah itu dilakukan di tengah seruan di parlemen agar dia menghadapi sanksi, dengan pemimpin Partai Buruh, Sir Keir Starmer, yang terbaru menuntut tindakan pada Rabu (2/3). Terkait dugaan kedekatannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Abramovich telah membantahnya.

"Saya selalu mengambil keputusan dengan kepentingan terbaik klub di hati,” ujar Abramovich dalam keterangan dilihat Kamis (3/3). “Dalam situasi saat ini, saya telah mengambil keputusan untuk menjual klub, karena saya yakin ini adalah kepentingan terbaik klub, para penggemar, karyawan, serta sponsor dan mitra klub."

Mengingat sudah memiliki Chelsea selama 19 tahun, Abramovich mengaku bukan keputusan yang mudah untuk menjualnya. Bahkan hal ini menyakitkan baginya. Ia lantas berharap bisa melakukan kunjungan terakhir ke Stamford Bridge untuk mengucapkan selamat tinggal.

Sebelum dimiliki oleh Abramovich, Chelsea sempat menghabiskan begitu banyak uang sehingga mereka harus menciptakan Financial Fair Play. Namun setelah tiga tahun dipimpin oleh Abramovich, memandang saat itu seperti garda depan dari beberapa kategori manusia baru, miliarder uber-lad, dengan yacht-flash-nya, Riviera tan-nya, pengeluaran tanpa pamrihnya.

Untuk Chelsea, tahun-tahun sejak kepemimpinan Abramovich, telah membawa kemuliaan di lapangan dengan biaya yang tidak dapat dikembalikan, semua itu diawasi dengan perintah suram oleh kehadiran sphinx seperti lengan itu.

Meski kehadirannya sempat membuat khawatir, namun hal tersebut dipatahkan dengan kepemimpinannya yang sukses membawa Chelsea ke gerbang kesuksesan. Bahkan kepergiannya dari Chelsea disebut memicu kekhawatiran sepak bola di Inggris.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait