Warga Eropa Mulai Serbu Pil Yodium Imbas Ancaman Nuklir Rusia, Apa Manfaatnya?
pixabay.com/Ilustrasi
Dunia

Menurut Otoritas Keselamatan Nuklir dan Radiasi Norwegia, tablet yodium dapat dikonsumsi untuk mengurangi risiko terkena kanker tiroid jika terjadi kecelakaan nuklir.

WowKeren - Seiring dengan kian masifnya serangan Rusia ke Ukraina, orang-orang di Eropa mulai menimbun tablet yodium. Apotek di setidaknya tiga negara Uni Eropa mencatat lonjakan permintaan sejak pertempuran meletus di dekat pembangkit nuklir Chernobyl pekan lalu. Presiden Rusia Vladimir Putin juga secara halus memperingatkan dia akan menggunakan senjata nuklir jika negara lain campur tangan.

Persatuan Apoteker Belgia mengatakan kepada kantor berita Belga bahwa lebih dari 30.000 kotak didistribusikan pada hari Senin (28/2). Finlandia dan Belanda juga mencatat lonjakan permintaan pada minggu lalu.

Menurut Otoritas Keselamatan Nuklir dan Radiasi Norwegia, tablet yodium dapat dikonsumsi untuk mengurangi risiko terkena kanker tiroid jika terjadi kecelakaan nuklir. Yodium radioaktif yang dilepaskan selama peristiwa semacam itu dapat diserap oleh kelenjar tiroid saat menghirup udara yang terkontaminasi. Tablet yodium membantu menghentikan penyerapan ini dan sebagai hasilnya mengurangi risiko terkena kanker tiroid.

Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan anak-anak, wanita hamil dan orang-orang di bawah 40 untuk mengonsumsi yodium, juga dikenal sebagai kalium iodida, untuk melindungi tiroid dari paparan radiasi setelah kecelakaan nuklir. Itu akan menghalangi kelenjar tiroid menyerap iodida radioaktif, yang dapat menyebabkan kanker.

Namun, Komisi Pengaturan Nuklir AS mengatakan evakuasi adalah tindakan perlindungan yang paling efektif dalam keadaan darurat radiologi. "Karena melindungi seluruh tubuh (termasuk kelenjar tiroid dan organ lainnya) dari semua radionuklida dan semua jalur paparan," ujarnya.


Dr Hielke Freerk Boersma, ahli proteksi radiasi di Universitas Groningen mengatakan kepada Euronews Next jika efek langsung dari ledakan nuklir akan menjadi bencana. "Penggunaan tablet yodium yang tidak perlu juga dapat menimbulkan efek kesehatan yang merugikan, meskipun kemungkinan efek ini terjadi, sangat kecil," paparnya.

Permintaan pil yodium juga meningkat di Kroasia. Sejalan dengan Boersma, Kamar Medis Kroasia mengeringatkan jika yodium dapat menyebabkan efek samping yang serius. Pil dapat mempengaruhi fungsi kelenjar tiroid dan menyebabkan reaksi alergi.

Melansir WebMD, yodium merupakan mineral penting yang diperlukan oleh tubuh namun tubuh tidak dapat membuatnya sendiri sehingga harus dikonsumsi dari luar. Yodium sangat penting untuk fungsi tiroid dalam menghasilkan hormon yang penting bagi metabolisme. Kekurangan zat ini dapat menyebabkan hipotiroidisme, yang berarti bahwa tiroid tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Mengonsumsi yodium secara oral dapat melindungi tiroid setelah terpapar dalam keadaan darurat radiasi. Namun itu tidak dianjurkan digunakan untuk perlindungan umum terhadap radiasi.

Selain untuk radiasi, yodium juga bermanfaat untuk mengobati luka kaki pada penderita diabetes, peradangan lapisan rahim, jenis penyakit payudaya jinak, pembengkakan luka di rongga mulut, infeksi gusi, benjolan di tiroid, dan luka kaki karena sirkulasi darah yang lemah.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait