Makin Banyak Siswa Vaping, Puluhan Sekolah di Australia Kompak Kunci Toilet di Luar Jam Istirahat
pixabay.com/Ilustrasi/jarmoluk
Dunia

Studi terbaru menemukan bahwa penggunaan vape meningkat dua kali lipat di antara usia 14 hingga 17 tahun sedangkan untuk usia 25 hingga 29 tahun jumlahnya naik empat kali lipat.

WowKeren - Puluhan sekolah di seluruh NSW telah mengambil tindakan drastis untuk mengunci toilet di luar waktu istirahat. Langkah itu diambil di tengah makin banyaknya siswa yang mempunyai kebiasaan melakukan vaping.

Studi dalam beberapa tahun terakhir, termasuk Survei Rumah Tangga Strategi Narkoba Nasional Australia terbaru, yang dilakukan oleh Institut Kesehatan dan Kesejahteraan Australia, menemukan bahwa penggunaan vape meningkat dua kali lipat di antara usia 14 hingga 17 tahun. Sedangkan untuk usia 25 hingga 29 tahun jumlahnya naik empat kali lipat, selama tahun 2016 -2019.

Jus nikotin untuk perangkat vape dijual secara legal di Australia dan tersedia secara luas di toko tembakau, yang juga sering dibeli secara ilegal oleh anak di bawah umur. Meskipun disebut-sebut sebagai alternatif rokok yang tidak terlalu berbahaya bagi perokok yang mencoba berhenti, namun efek kesehatannya masih diperdebatkan.

Penggunaan nikotin pada vape bagi remaja dikhawatirkan dapat membahayakan perkembangan otak mereka dan menyebabkan ketergantungan atau penggunaan tembakau di kemudian hari. Menteri Pendidikan NSW Sarah Mitchell menyayangkan fenomena ini mengingat sekolah seharusnya bisa menjadi wilayah bebas asap rokok.


"Ini menjadi perhatian. Semakin banyak vaping di kalangan anak muda. Rokok elektrik di sekolah-sekolah semakin mengkhawatirkan," katanya. "Sekolah adalah lingkungan bebas asap rokok dan produk tembakau, termasuk rokok elektrik dan vape, dilarang di halaman sekolah."

Dewan Kepala Sekolah Menengah NSW Craig Petersen mengatakan kepada The Sydney Morning Herald, "Sekolah dapat membatasi akses selama waktu kelas untuk menghentikan siswa berkumpul di toilet dan terlibat dalam perilaku anti-sosial, namun siswa tetap dapat menggunakan fasilitas toilet."

Beberapa siswa mengatakan mereka harus menunggu hingga 20 menit untuk akses ke toilet kantor karena antrean. Opsi lainnya adalah mereka harus menunggu guru yang datang membawa kunci.

Langkah sekolah negeri, Katolik dan independen untuk memberlakukan pembatasan toilet untuk menangani vaping, serta vandalisme telah membuat beberapa orang tua khawatir. Orang tua dari dua gadis remaja mengatakan bahwa putri mereka mengalami pendarahan menstruasi karena tidak dapat dengan cepat mengakses toilet.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait