Rusia Umumkan Gencatan Senjata Sementara Agar Warga 2 Kota Ukraina Bisa Mengungsi
Dunia

Kantor berita Rusia RIA melaporkan bahwa warga sipil akan diizinkan meninggalkan kota Mariupol antara tengah hari hingga pukul 5 sore waktu setempat.

WowKeren - Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan gencatan senjata sementara untuk memungkinkan penduduk sipil di dua kota Ukraina mengungsi. Salah satunya adalah kota pelabuhan strategis Mariupol.

"Hari ini, 5 Maret, mulai pukul 10 pagi waktu Moskow (14.00 WIB), pihak Rusia menyatakan rezim diam dan membuka koridor kemanusiaan untuk keluarnya warga sipil dari Mariupol dan Volnovakha," demikian pernyataan Kemenhan Rusia.

Kantor berita Rusia RIA melaporkan bahwa warga sipil akan diizinkan meninggalkan kota Mariupol antara tengah hari hingga pukul 5 sore waktu setempat. Dewan kota Mariupol mengatakan bahwa warga dapat melanjutkan perjalanan menuju kota Zaporizhzhia dan akan dapat menggunakan rute bus yang diatur secara khusus serta mobil mereka sendiri.

"Ini bukan keputusan yang mudah, tetapi, seperti yang selalu saya katakan, Mariupol bukanlah jalan atau rumahnya. Mariupol adalah populasinya, ini adalah Anda dan saya," tutur Wali Kota Vadim Boychenko.


Boychenko mengatakan tidak ada pilihan lain selain mengizinkan penduduk meninggalkan Mariupol dengan banyaknya pasukan Rusia yang mengepung kota tersebut. Kota Mariupol yang terletak di Laut Azov mewakili keuntungan strategis potensial untuk invasi Moskow, menghubungkannya dengan pasukan Rusia yang datang dari Krimea, serta pasukan di Donbas.

Sementara di Volnovakha, serangan masih begitu intens hingga mayat-mayat yang tergeletak belum bisa dievakuasi. Menurut anggota parlemen lokal Dmytro Lubinets, orang-orang yang bersembunyi di tempat penampungan kehabisan makanan, dan sekitar 90 persen kota rusak akibat pengeboman.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam NATO karena mengesampingkan zona larangan terbang. Menurutnya, hal itu memberi "lampu hijau untuk pemboman lebih lanjut di kota-kota dan desa-desa Ukraina" kala Rusia mengintensifkan serangan di wilayah sipil.

"Semua orang yang mati mulai hari ini juga akan mati karena Anda, karena kelemahan Anda, karena kurangnya persatuan Anda," ujar Zelensky dalam pidatonya.

Sedangkan NATO telah menyatakan bahwa zona larangan terbang dapat memicu perang penuh di Eropa dengan Rusia yang bersenjata nuklir. Hal ini dinilai dapat menyebabkan korban jiwa yang jauh lebih besar.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait