Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin telah meneken UU baru mengenai pemberitaan 'bohong' soal invasinya terhadap Ukraina. Sehingga membuat media sosial membatasi ruang gerak warga Rusia.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Senin, 07 Maret 2022 - 10:33 WIB
WowKeren - Dampak dari invasi Rusia ke Ukraina sangat mempengaruhi kehidupan di berbagai bidang, tak terkecuali terhadap platform media hiburan seperti Netflix dan TikTok.
Kedua platform media tersebut diketahui menangguhkan sebagian besar layanan mereka di Rusia pada Minggu (6/3), lantaran pemerintah menindak apa yang disampaikan orang dan media tentang perang Rusia di Ukraina. Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin telah meneken Undang-Undang baru, di mana akan menindak media yang menyiarkan berita kritis atas invasi terhadap Ukraina.
Maka dari itu, Netflix dan TikTok memutuskan untuk menghentikan hiburan online dan informasi yang kemungkinan akan semakin mengisolasi negara dan rakyatnya. Di sisi lain, juga telah banyak bisnis multinasional yang memutuskan Rusia dari layanan keuangan vital, teknologi, dan berbagai produk konsumen sebagai tanggapan atas sanksi ekonomi Barat dan kemarahan global atas invasi Rusia.
Adapun perusahaan yang telah memutuskan untuk menarik bisnisnya dari Rusia adalah perusahaan kartu kredit Amerika Serikat (AS) Visa, Mastercard, dan American Express, semuanya akan memotong layanan di Rusia pada akhir pekan.
Selanjutnya, ada Samsung Electronics milik Korea Selatan, selaku pemasok terkemuka smartphone dan chip komputer, menyampaikan akan menghentikan pengiriman produk ke Rusia. Kemudian disusul oleh perusahaan serupa yakni Apple, Microsoft, Intel, dan Dell.
Tidak hanya itu, dua dari firma akuntasi yang disebut sebagai empat besar mengatakan pada Minggu (6/3), bahwa mereka memutuskan hubungan dengan Rusia. Adapun perusahaan tersebut adalah KPMG dan PricewaterhouseCoopers. Keduanya diketahui akan mengakhiri hubungan mereka dengan perusahaan anggota mereka yang berbasis di Rusia, yang mempekerjakan ribuan orang.
Di sisi lain, Menteri transformasi digital Ukraina, Mykhailo Fedorov, meminta perusahaan-perusahaan teknologi AS untuk berbuat lebih banyak untuk membalas perbuatan Rusia. Ia bahkan menuliskan surat terbuka melalui Twitter, yang mana meminta Apple dan Google untuk menutup toko aplikasi mereka di Rusia.
Kemudian, Fedorov juga meminta kepada Amazon dan Microsoft untuk menangguhkan layanan komputasi awan mereka di Rusia. Sebelumnya, penyedia layanan dan aplikasi berbasis internet sebagian besar enggan untuk mengambil tindakan yang dapat membuat warga Rusia kehilangan layanan media sosial dan sumber informasi lainnya.
Namun hal tersebut berubah kala Putin meneken UU baru dan mengintensifkan tindakan keras terhadap outlet media dan individu yang gagal mengikuti garis Kremlin, bahkan hingga memblokir Facebook dan Twitter. Sementara itu, Netflix tidak menjelaskan secara detil alasan untuk menangguhkan layanannya di Rusia.
Netflix hanya menekankan hal tersebut dilakukan untuk "mencerminkan keadaan di lapangan". Sebelumnya, pihaknya menyampaikan akan menolak untuk menyiarkan saluran TV pemerintah Rusia.
Sementara TikTok, mengatakan pengguna di Rusia tidak akan lagi dapat mengunggah video atau melakukan siaran langsung baru, dan mereka juga tidak akan dapat melihat video yang dibagikan dari tempat lain di dunia. Hal ini dilakukan pihaknya imbas dari UU yang baru diteken Putin.
(wk/tiar)