Larangan memancing di sejumlah sungai masih berlaku sejak bencana nuklir Fukushima pada tahun 2011 lalu. Kandungan konsentrasi zat radioaktif yang tinggi masih ditemukan di beberapa jenis ikan.
- Amelia Nur Fatimah
- Senin, 07 Maret 2022 - 21:45 WIB
WowKeren - Bencana nuklir Fukushima telah terjadi 11 tahun lalu. Meski begitu, warga Jepang masih harus waspada dengan dampaknya hingga saat ini. Termasuk dalam aktivitas memancing di sungai-sungai wilayah tersebut.
Terdapat tanda menganai larangan memancing di sepanjang sungai Manogawa yang mengalir melalui Minami-Soma, Prefektur Fukushima. Meski sudah mulai memudar, tetapi pesannya jelas. "Peraturan belum dicabut. Tolong jangan melakukan kegiatan memancing". Bunyi pesan tersebut.
Tanda itu terletak di tepi sungai, sekitar 30 kilometer sebelah utara pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima No. 1 yang rusak. Daerah itu dulunya ramai dengan orang-orang yang mencoba menangkap “ayu” (ikan manis). Tapi pemancing dari dekat dan jauh berhenti mengunjungi daerah itu sejak lama, dan sekarang, hampir tidak ada orang di sekitar untuk melihat tanda itu.
Setelah bencana nuklir 2011, asosiasi koperasi perikanan setempat memasang tanda "dilarang memancing" di sekitar 50 lokasi di sepanjang sungai. Seruan untuk menangguhkan pengiriman ikan sungai dan menahan diri dari penangkapan ikan terus berlanjut sejak bencana nuklir dimulai 11 tahun lalu. Bahkan untuk sungai di luar wilayah Tohoku.
Sementara itu, di sungai Manogawa, ditemukan ada ayu, ugui (dace Jepang) dan yamame (masu trout) dengan konsentrasi zat radioaktif melebihi standar keamanan nasional.
"Ada orang yang berkata, 'Saya tidak berpikir saya bisa pergi memancing lagi seumur hidup saya," kata Yukiharu Mori, 60, yang memiliki toko peralatan memancing di Minami-Soma. Penjualan tokonya anjlok, dan banyak toko peralatan memancing lainnya di wilayah kota gulung tikar.
Bencana nuklir juga menyebabkan pembatasan pengiriman produk makanan laut di lima prefektur. Membentang mulai dari Aomori hingga Ibaraki. Tapi kini pembatasan itu telah dicabut secara bertahap karena zat radioaktif lebih mudah menyebar di laut, dan spesies ikan telah dipastikan aman untuk dikonsumsi. Saat ini, pembatasan pengiriman hanya berlaku untuk "kurosoi" (ikan batu hitam) yang ditangkap di Prefektur Fukushima.
Akan tetapi semua pembatasan tetap berlaku untuk tangkapan dari 25 sungai dan danau di lima prefektur (Fukushima, Miyagi, Ibaraki, Gunma dan Chiba). Di beberapa daerah di sepanjang sungai Agatsumagawa di barat Prefektur Gunma, pengiriman “iwana” (char) dan yamame juga masih dibatasi.
(wk/amel)