Kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok kini mulai terjadi menjelang bulan puasa. Fenomena kenaikan harga kebutuhan pokok itu pun ikut dikeluhkan oleh pedagang.
- Amelia Nur Fatimah
- Sabtu, 26 Maret 2022 - 14:49 WIB
WowKeren - Bulan puasa tak terasa tinggal hitungan hari. Seperti biasa, datangnya bulan Ramadan juga dibarengi dengan kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok.
Di Jakarta, kenaikan harga jelang puasa tahun ini tampaknya lebih parah. Hal itu salah satunya diakui oleh Suprihatin (48), seorang pedagang di Pasar Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pasalnya, hampir seluruh bahan-bahan kebutuhan pokok mengalami kenaikan secara merata.
"Tahun ini (kenaikan) paling parah, karena semuanya rata. Kayak bawang putih, hampir semua naik," ungkap Suprihatin di Pasar kebon Bawang, Jumat (25/3) melansir Kompas.com.
Suprihatin menyebut bahwa sebelumnya kenaikan harga jelang puasa hanya terjadi pada beberapa kebutuhan pokok saja. Contohnya yang pernah menghebohkan adalah kenaikan harga telur. Namun tahun ini kenaikan harga tersebut hampir di semua bahan pokok.
"Dulu yang heboh cuma telur (naik). (Sekarang) ini kan barengan, minyak, terigu, bawang putih, sagu, naik semua. Rata-rata naik semua. Bawang putih, terigu, sagu, semua naik. Tadinya umpamanya sagu Rp 5.500 sekarang Rp 6.500. Dari Rp 5.000 jadi Rp 6.000," curhatnya.
Namun diakui Suprihatin bahwa kenaikan paling parah dialami minyak goreng yang kini mencapai Rp 24.000 per liter. Ditambah barangnya yang sulit didapat, membuatnya sebagai penjual turut kesulitan dalam menghadapi pembeli.
kenaikan harga kebutuhan pokok itu rupanya sudah mulai terjadi sejak bulan Februari lalu. Hal itu pun diakui Suprihatin membuat pembeli yang membeli ke lapaknya menurun.
"Kadang mau beli kemahalan, enggak jadi. Cuma kalau terpaksa ya pasti beli. Telur, gula pasti mereka beli walaupun mahal karena butuh," beber Suprihatin.
Suprihatin pun berharap agar harga-harga kebutuhan pokok yang dijualnya bisa kembali normal. Terutama harga minyak goreng yang kini semakin melambung tinggi lebih dari biasanya.
"Maunya dinormalin aja kayak minyak. Utamanya minyak. Terigu, sagu memang sudah naik terus tapi minyak saja yang diturunin. Kayak dulu aja Rp 12.000 se liter dan 2 liter Rp 23.000," pungkas Suprihatin.
(wk/amel)