Pemkot Tangerang Distribusi 10 Ton Minyak Goreng di Pasar Anyar, Ada yang Beli Hingga 21 Jeriken
Nasional

Pemkot Tangerang mendistribusikan minyak goreng curah sesuai HET di Pasar Anyar untuk mengatasi harganya yang meroket. Sayangnya, aksi Pemkot Tangerang itu sepertinya tak tepat sasaran.

WowKeren - Kelangkaan minyak goreng dan harganya yang melambung di pasaran masih terus menjadi persoalan. Pendistribusian minyak goreng seusai HET pun menjadi salah satu cara pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut. Sayangnya, tak jarang distribusi minyak goreng tersebut tidak tepat sasaran.

Seperti yang terjadi di Pasar Anyar, Kota Tangerang, Selasa (29/3). Pendistribusian 10 ton minyak goreng curah di Pasar Anyar ternyata tak hanya dimanfaatkan pedagang minyak goreng. Tapi ternyata tak hanya pedagang minyak goreng saja yang ikut membeli.

Ida, pedagang di Pasar Anyar, ikut membeli minyak goreng curah yang didistribusikan Pemkot Tangerang. Ida mengaku membeli 21 jeriken minyak goreng curah. Saat ditanya apakah ia merupakan pedagang minyak goreng curah, Ida mengaku dirinya adalah pedagang kacang giling.

"Sejeriken 16 kilogram. Beli 21 jeriken. (Ida mengaku) pedagang kacang giling. Kita buat goreng kita mah, goreng kacang," ujar Ida, melansir Kompas.com.


Saat ditanya apakah minyak goreng curah yang dibelinya akan dijual ke pembeli, dia menyebut bahwa dirinya akan menjual kacang gorengnya. "Iya kacangnya (yang dijual). Kan sehari bisa banyak gorengnya, dua jeriken," ungkapnya.

Selain Ida, ada juga Yusuf yang turut mengaku sebagai pedagang kacang goreng. Hal itu diketahui saat ditanya apakah Yusuf hendak menjual minyak goreng curah yang dibelinya kepada masyarakat. Yusuf mengaku membeli minyak goreng curah sebanyak 20 jeriken.

"Buat goreng kacang, buat goreng sendiri. (Minyak goreng curah) enggak dijual lagi ke masyarakat, hitungannya enggak dijual lagi," kata dia pada awak media.

Pdahal Pemkot Tangerang padahal berniat menurunkan HET minyak goreng curah di wilayah itu melalui pendistribusian 10 ton minyak goreng tersebut. Hal ini dikonfirmasi Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperindagop-UKM) Kota Tangerang, Shandy Sulaeman.

"Kita potong dari distributor langsung ke pengecer (pedagang di Pasar Anyar). Ini kan biar HET minyak goreng curah (seharga) Rp 14.000 per liter dan Rp 15.000 per kilogram," pungkas Shandy.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait