Kapolres Tanjung Jabung Barat AKBP Muhamarman Arta mengungkapkan bahwa insiden ambrolnya jembatan tersebut terjadi pada Rabu (30/3) pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Insiden ini membuat belasan siswa SD yang tengah melintas terjatuh ke sungai.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 31 Maret 2022 - 08:14 WIB
WowKeren - Jembatan gantung di Dusun 1, Desa Rantaubenar, Kecamatan Renahmendaluh, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Jambi, dilaporkan ambrol pada Rabu (30/3) pagi. Insiden ini membuat belasan siswa SD yang tengah melintasi jembatan terjatuh ke sungai.
Tercatat ada 19 siswa SD yang terluka dalam insiden tersebut. "Ada yang luka ringan dan satu orang patah kaki dan ada juga kepalanya terbentur batu," ungkap Camat Remahmendaluh, Bambang Hermanto, dilansir Metro Jambi.
Menurut Bambang, para siswa tengah melintas kala kabel sling di satu sisi jembatan terputus hingga membuat mereka terjatuh ke dalam sungai. Akibatnya, para korban pun batal berangkat ke sekolah.
"Semua terjatuh ke sungai, saat itu air sedang surut," paparnya.
Korban yang mengalami luka serius lantas dibawa ke Rumah Sakit Jambi. Sedangkan mereka yang mengalami luka ringan dirawat di Klinik Kausar. Bambang juga mengungkapkan bahwa jembatan yang dibangun sejak tahun 2013 lalu tersebut kondisi memang telah dimakan usia.
"Yang luka parah itu langsung dibawa ke Jambi untuk mendapatkan perawaran intensif, sementra korban lain nya sedang dirawat di Klinik Kausar," jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Tanjung Jabung Barat AKBP Muhamarman Arta mengungkapkan bahwa insiden ambrolnya jembatan tersebut terjadi pada Rabu pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Jembatan yang menjadi akses penghubung antar-desa tersebut dilaporkan sudah dalam kondisi tak layak pakai karena usianya yang sudah tua.
"Dari laporan yang diterima, jembatan gantung tersebut putus lantaran patah besi ulirnya, dan patah penahan seling bagian sebelah kiri, sehingga jembatan mengalami kemiringan dan warga yang melintas mengalami kecelakaan," jelas Arta. "Kalau jembatan ini sudah digunakan selama 12 tahun lamanya. Kita sudah meminta agar jembatan ini segera diperbaiki kembali. Kita juga sudah lakukan koordinasi dengan Pemkab setempat agar melakukan perbaikan secepatnya."
Pihak kepolisian pun telah mengalihkan lokasi jalan sementara untuk akses warga. Mereka dapat menggunakan jalur alternatif, yaitu dengan memutar melalui lokasi jalan perusahaan milik PT Bukit Kautsar dengan waktu tempuh 35 menit lebih lama.
(wk/Bert)