SETARA Institute mengungkap hasil penilaian Indeks Kota Toleran (IKT) 2021. Hasilnya, Depok berada di urutan terakhir alias jadi kota paling intoleran di Indonesia.
- Amelia Nur Fatimah
- Kamis, 31 Maret 2022 - 19:29 WIB
WowKeren - Depok disebut sebagai kota paling Intoleran di Indonesia. Hal itu berdasarkan pernyataan SETARA Institute. Kota yang berada di Jawa Barat itu berada di urutan ke-93 dari 93 kota di Indonesia dalam penilaian Indeks Kota Toleran (IKT) 2021.
Ada dua masalah utama yang menjadikan Depok sebagai kota yang paling intoleran. Hal itu terkait produk-produk hukum yang dinilai diskriminatif. Selain itu, aksi kontroversi Wali Kota Depok juga ikut andil dalam penilaian tersebut,
"Problem utama di Depok dua hal ya, itu sebenarnya bobotnya tinggi. Pertama adalah adanya produk-produk hukum yang diskriminatif, existing, dan efektif dijalankan pemerintah," ujar Direktur Eksekutif SETARA Institute, Ismail Hasani di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/3).
Problem kedua terkait aksi Wali Kota Depok yang pernah menginstruksikan penutupan Masjid Al Hidayah karena dituding sebagai tempat ibadah Ahmadiyah, pada Oktober 2021. Selain itu, Ismail mengatakan warna religius di Kota Depok sangat didominasi oleh Islam.
Hal itu, kata Ismail, terlihat dari banyaknya ruang publik hingga sektor properti perumahan Islami. Menurut Ismail, hal tersebut sebagai bagian dari proses segregasi yang dipicu oleh kepemimpinan politik di tingkat lokal
"Kita bisa melihat bagaimana tidak terbukanya kepala daerah Depok terhadap kemajemukan," ungkap Ismail.
Sementara untuk penilaian Indeks Kota Toleran, kata Ismail, terdiri dari delapan indikator. Penilaian tersebut antara lain Rencana Pembangunan, Kebijakan Diskriminatif, Peristiwa Intoleransi, Dinamika Masyarakat Sipil, Pernyataan Publik Pemerintah Kota, Tindakan Nyata Pemerintah Kota, Heterogenitas agama, dan Inklusi Sosial Keagamaan.
Selain itu, Ismail mengatakan pihaknya juga menyebar quesioner kepada masyarakat untuk meminta yang pendapat soal toleransi di 93 kota. SETARA Institute juga melakukan penilaian dengan melihat pemberitaan di media soal kasus dan penerapan produk peraturan daerah.
Dari hasil assesment tersebut, terdapat 10 besar kota paling toleran di Indonesia, yakni Kediri dengan 5,733 poin, Surakarta 5,783 poin, Bekasi 5,830 poin, Ambon 5,900, Magelang 6,020 poin, Tomohon 6,133, Kupang 6,337, Salatiga 6,367, Manado 6,400, dan nomor satu Singkawang dengan 6,483 poin.
Hasil penilaian dari SETARA Institute itu kata Ismail biasanya akan digunakan oleh pemerintah daerah untuk memperbaiki RPJDM hingga alokasi anggaran agar bisa menjadi kota toleransi.
(wk/amel)