Gara-gara aksi coba-coba lakukan atraksi debus gagal, seorang pria di Bandung Barat harus mendapat perawatan di rumah sakit usai mengalami luka sabetan di leher.
- Amelia Nur Fatimah
- Kamis, 31 Maret 2022 - 19:38 WIB
WowKeren - Apes sekali nasib seorang pria asal Kampung Bongkok, RT 2/8, Desa Padaasih, Kecamatan Cisarua ini. Gagal melakukan atraksi debus, pria tersebut harus mengalami luka sabetan yang cukup parah di bagian leher.
Atraksi debus yang gagal itu terjadi di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Kejadian nahas itu bermula saat dua orang pria Sobari (35) dan Roni (35) mencoba melakukan atraksi debus pada Minggu (27/3) sore, di lapangan Kampung Bangkok.
Sayangnya aksi Namun aksi mereka gagal. Sobari menjadi korban setelah lehernya disabet oleh Roni dengan menggunakan sebuah golok yang sebelumnya digunakan oleh pemain debus profesional. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit dan menerima 16 jahitan.
Kepala Desa Padaasih, Deden Muzizat mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, kejadian terjadi setelah dua orang tersebut menonton atraksi debus di wilayah itu. Usai menonton aksi tersebut, kedua pria ini kemudian mencoba atraksi itu.
"Iya di RW 8 ada kejadian saat debus sekitar pukul 15.00 WIB, korbannya satu orang. Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Cibabat," ujarnya saat ditemui di Cisarua, Selasa (29/3).
Akibat aksi coba-coba itu, Deden mengungkap Sobari mengalami luka pada bagian leher dan lukanya harus dijahit sebanyak 16 jahitan. Untungnya saat ini kondisi korban sudah mulai membaik.
"Berdasarkan informasi yang diterima, bahwa itu (luka sabetan) oleh golok. Tapi kondisi korban sudah sembuh, tadi kami menengok ke rumah korban," ungkap Deden.
Atraksi debus itu sebenarnya merupakan hiburan dalam acara kesenian dan keagamaan yang digelar dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan tahun ini. Selain itu, Deden mengungkap bahwa pihak desa sebenarnya tidak mengeluarkan izin untuk atraksi debus tersebut karena pihaknya hanya mengeluarkan izin untuk acara tausiah menjelang Ramadan, bahkan khusus untuk acara keagamaan ini pihaknya sudah mendatangani proposal.
"Saya tidak tahu ada acara debus, setelah mendapat informasi melalui telepon, sorenya saya ke TKP dan menanyakan ke rumah yang menyelenggarakan acara," bebernya.
"Pemerintah desa tidak tahu bakal ada debus, walaupun ada sepintas ngomong-ngomong pencak silat, tapi tidak ada izin secara resmi," pungkas Deden.
(wk/amel)