Setiap menjelang bulan suci Ramadhan hingga Idul Fitri, kerap terjadi kenaikan harga pokok seperti daging dan telur. Meski demikian, di tahun 2022 ini, Kementan memastikan pasokan aman.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 01 April 2022 - 10:44 WIB
WowKeren - Menjelang bulan suci Ramadhan, harga bahan pokok seperti daging hingga telur mengalami kenaikan. Hal ini memang kerap terjadi setiap tahunnya, di mana selalu ada kenaikan harga pokok menjelang Ramadhan.
Di samping itu, pada Ramadhan tahun 2022 ini, masyarakat Indonesia juga dihadapkan dengan kelangkaan minyak goreng. Meski demikian, untuk bahan pokok seperti daging hingga telur, dipastikan pasokannya aman saat Ramadhan.
Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan bahwa ketersediaan daging sapi, daging ayam, hingga telur ayam ras aman untuk kebutuhan masyarakat semasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Adapun pasokan ini dipastikan aman dengan tersedianya stok di sentra ternak Provinsi Jawa Timur (Jatim).
"Kita dapat melihat saat ini baik di pasar maupun di sentra-sentra peternakan di Jawa Timur untuk ketersediaan daging, sapi ayam dan telur semua aman," ujar Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Nasrullah kepada Antara, dilihat Jumat (1/4).
Lebih lanjut, Nasrullah diketahui melakukan pemantauan ketersediaan pangan asal ternak di Pasar Wonokromo dan beberapa sentra peternakan di Provinsi Jawa Timur. Ia menuturkan bahwa Jatim merupakan sentra produksi ternak dengan populasi sapi terbesar pertama di Indonesia saat ini.
Nasrullah menerangkan bahwa populasi ternak di Jatim saat ini sebanyak 4.928.987 ekor. Sementara berdasarkan data yang dilaporkan oleh Dinas Peternakan Jatim saat ini terdapat 61.109 ekor sapi/kerbau siap potong untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Nasrullah bahkan menyebut bahwa Jatim merupakan salah satu lumbung sapi nasional dan lumbung telur ayam ras kita. Selain itu, ia menyampaikan bahwa Kementan akan menjaga ketersediaan dan stabilitas harga daging sapi/kerbau menjelang bulan puasa dan Idul Fitri tahun ini.
Adapun yang akan dilakukan Kementan adalah dengan terus melakukan validasi data prognosa ketersediaan dan kebutuhan daging sapi/kerbau bersama kementerian dan lembaga terkait serta asosiasi peternakan.
Selanjutnya, kata Nasurllah, Kementan akan bersama dinas yang menangani fungsi peternakan dan kesehatan hewan terus mendata ketersediaan sapi/kerbau lokal pada 10 provinsi sentra, termasuk Provinsi Jatim.
"Selain itu, kami juga menghubungkan antara pemotong, pedagang, BUMN, dan BUMD dengan sumber sapi/kerbau lokal, tentunya hal ini bertujuan untuk memudahkan akses jual-beli," papar Nasrullah.
(wk/tiar)