Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengungkap potensi zakat sebagai penggerak petumbuhan ekonomi. Bahkan potensi penerimaan dari sektor zakat di Indonesia mencapai Rp 327 triliun.
- Amelia Nur Fatimah
- Senin, 04 April 2022 - 10:51 WIB
WowKeren - Zakat menjadi salah satu hal yang wajib dikeluarkan oleh umat Muslim. Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbanyak, tak ayal Indonesia memiliki potensi penerimaan zakat yang tak main-main.
Pusat Kajian Strategis Baznas mengungkapkan potensi penerimaan dari sektor zakat di Indonesia bahkan mencapai Rp 327 triliun.
Jumlah itu termasuk dari zakat penghasilan, jasa, pertanian, perkebunan, peternakan dan sektor lainnya.
"Zakat merupakan salah satu potensi penggerak pertumbuhan ekonomi di Indonesia," ungkap Ketua Baznas Indonesia, KH Noor Achmad dalam keterangannya, pada Minggu (3/4).
Namun saat ini Baznas baru meraih Rp 17 triliun untuk seluruh Indonesia. Karena itu, Noor Achmad menilai jika pencapaian tersebut masih jauh dari potensi yang diharapkan.
Untuk tahun ini, pihaknya menargetkan pengumpulan Zakat Infak Sedekah (ZIS) dan Dana Sosial Keagamaan Lain (DSKL) secara nasional dapat mencapai Rp 26 triliun. Nantinya apabila telah tercapai Rp 26 Triliun tersebut akan akan ada 56 juta orang penerima manfaat. Menurut Noor Achmad, Masyarakat Indonesia terkenal dengan sifat religius dan punya kepedulian sosial yang tinggi.
"Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang religius, dermawan, dan memiliki kepedulian sosial terhadap orang di sekitar yang membutuhkan bantuan," bebernya.
Noor Achmad pun menyebut untuk mencapai target itu dibutuhkan pendorong. Ia pun mencontohkan seperti yang telah dilakukan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Salahuddin Uno.
"Perlu trigger pemicu seperti yang dilakukan pak Menteri, ini luar biasa, akan berpengaruh pada seluruh masyarakat dan tidak hanya di ASN kementerian mas menteri saja. Sehingga bisa menjadi kekuatan dasar, jembatan pergerakan ekonomi nasional," ucapnya.
Sebagai upaya mendorong penciptaan lapangan kerja dan kebangkitan ekonomi, Baznas, bekerjasama dengan Universitas Al-Azhar, dan para pelaku UMKM.
Sementara itu, Sandiaga Uno menilai semakin terjalinnya kolaborasi antara institusi maka dapat semakin mendorong penciptaan lapangan pekerjaan dan kebangkitan ekonomi nasional. Kemenparekraf kata Sandiaga Uno juga sedang kembangkan pariwisata halal dengan wisata religi dan sejarah. Selain itu program bangga buatan produk Indonesia yang dilaunching 2020 terus ia kembangkan di saat pandemi COVID-19.
"Di bulan suci Ramadhan ini, pertama kita mendorong agar para pengusaha bisa berani mengambil resiko seperti pak Toto, yang terkena PHK berani memulai usaha sendiri," pungkas Sandiaga Uno saat memandu kegiatan Kajian Ekonomi Bisnis Series 3, Zakat Sebagai Instrumen Pertumbuhan Ekonomi secara daring pada Minggu (3/4).
(wk/amel)